Kebanyakan Orang Tua Murid Pertanyakan Jual Beli LKS di Depok

0
185
Illustrasi, penjualan buku LKS secara sembuny-sembunyi, padahal gratis
Illustrasi, penjualan buku LKS secara sembuny-sembunyi, padahal gratis
Illustrasi, penjualan buku LKS secara sembunyi-sembunyi, padahal gratis

depoktren.com-Kebanyakan orang tua siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Depok mempertanyakan adanya praktik jual beli lembar Kerja Siswa (LKS) yang terjadi di hampir seluruh SD , diantaranya di SDN Beji 4, 5, 6, 7, lalu di hampir seluruh SDN di Kukusan, SDN Kelurahan Pengasinan, Sawangan, Cinere, Sukmajaya dan Cilodong, Depok.

Berdasarkan investigasi depoktren.com, parahnya lagi penjualan LKS dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi di luar sekolah. Berdasarkan laporan para orang tua murid, para siswa dimintai uang buku untuk membayar enam buah buku LKS. ”Anak saya disuruh wajib beli LKS oleh pihak sekolah di tempat-tempat yang ditunjuk di sebuah kios dan warung yang tersembunyi,” ujar Ayu, orang tua murid SDN Beji 7, Selasa (4/2).

”Kenapa buku LKS masih diperjual belikan, sedangkan jelas-jelas dari pemerintah menyatakan bahwa tidak ada lagi yang namanya jual beli buku di sekolah, jelas kami keberatan,” ujar Henny, orangtua siswa di SDN 02, Pengasinan, Sawangan.

Ayu dan Henny mempertanyakan dikemanakan uang hasil penjualan buku LKS tersebut. ”Untuk enam buah buku LKS dijual seharga Rp 75 ribu, berarti jika anak saya dua orang yang bersekolah di sana menjadi Rp 150 ribu, jelas ini sangat memberatkan kami sebagai orangtua siswa, padahal pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Depok sudah menyatakan LKS itu gratis. Faktanya, bohong besat,” papar kedua orang tua murid tersebut.

Kepala Sekolah SDN 02 Pengasinan, Khairudin ketika dikonfirmasi membantah jika pihaknya melakukan praktik jual beli buku LKS. Ia menjelaskan, bahwa pihaknya telah sejak lama menghentikan hal tersebut. ”Sejak awal kami mengetahui bahwa LKS gratis, maka langsung kami instruksikan kepada guru dan rekanan agar menggratiskan LKS. Hingga kini kami tidak mengetahui siapa yang melakukan jual beli LKS tersebut,” jelas Khairudin.

Tak hanya itu, setelah dinyatakan gratis, pihak sekolah dikatakannya tidak lagi menjual buku apapun kepada para siswa. ”Jika memang itu terjadi kami akan panggil orangnya yang menjual dan kami minta uang tersebut dikembalikan,” ungkapnya yang didampingi Margoni, Kepala SD Negeri 01 Pengasinan.

Kepala SDN Pancoranmas 5, Fahrudin mengungkapkan sedikitnya 297 Lembar Kerja Siswa (LKS) dibagikan secara gratis di sekolahnya. LKS dibagikan kepada siswa kelas 1-6 di semester kedua ini.

“Sekarang harus benar-benar gratis terkait LKS, sebelumnya komite yang mengurusi LKS, sedangkan sekarang LKS dibiayai langsung dari BOS,” ujar Fahrudin, di SDN Pancoranmas 5, Depok, Senin (3/2). @aris

1,277 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY