Hindari Pneumonia Anak dengan Berhenti Merokok

0
150
foto: www.mizammag.com
foto: www.mizammag.com
foto: www.mizanmag.com

 

depoktren.com – Rokok rupanya sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian kalangan. Tidak hanya sebagai gaya hidup, bahkan ada yang sudah sampai tingkat kebutuhan atau lebih parah lagi sudah menjadi candu yang sulit dihentikan.

Bahaya rokok sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat akan tetapi masih banyak yang tidak peduli dan tetap merokok di tempat umum.

Perlu diperhatikan kembali bahwa bahaya asap rokok bagi anak sangat tinggi. Anak yang hidup dalam lingkungan orang yang merokok memiliki peluang lebih besar terjangkit pneumonia.

Pneumonia adalah radang paru-paru atau kondisi inflamasi pada paru, utamanya mempengaruhi kantung-kantung udara mikroskopik yang dikenal sebagai alveolus.

Balita yang sering terkena asap rokok memiliki kemungkinan dua sampai tiga kali lebih besar akan mengalami kerusakan murkosa. Dimana organ paru-paru menjadi rusak karena sistem pertahanan alami saluran pernapasan yang jebol akibat asap rokok.
Seperti yang dilansir dari parenting.co.id paru-paru anak-anak lebih kecil dibandingkan paru-paru orang dewasa. Anak-anak juga bernapas lebih cepat daripada orang dewasa dan itu mengakibatkan mereka lebih banyak menghirup zat-zat kimia berbahaya per berat tubuh mereka dibandingkan orang dewasa pada saat yamg sama. Selain itu, sistem kekebalan tubuh anak-anak juga belum terbentuk sempurna sehingga mereka lebih mudah terkena radang pernapasan. Maka tidak heran, anak-anak yang menghirup secondhand smoke akan lebih mudah terjangkit pneumonia, bronchitis, dan penyakit paru-paru lainnya.

Bagi Anda para perokok berusahalah untuk menghentikan kebiasaan merokok di tempat umum terkhusus lagi di depan balita yang pada dasarnya tidak akan pernah berani untuk meminta Anda untuk mematikan rokok Anda. Dengan berhenti merokok, Anda telah melindungi diri Anda sendiri dari bahaya yang disebabkan oleh rokok itu sendiri dan juga menjauhkan anak-anak Anda dari bahaya pneumonia yang menjadi salah satu penyebab kematian utama balita di Indonesai. (anbf)

898 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY