Anak Obesitas Kurang Sensitif Terhadap Rasa

0
166

images (3)

depoktren.com – Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa sensitivitas terhadap rasa ada hubungannya dengan risiko obesitas pada anak-anak.

 

Seperti dilansir time.com, para peneliti Jerman melaporkan bahwa anak-anak obesitas memiliki selera kurang sensitif dibandingkan teman mereka yang normal berat badannya. Karena itu, bisa jadi mereka makan lebih banyak untuk mendapatkan sensasi rasa yang sama.

 

Para peneliti itu mengamati 193 anak sehat berusia 6 sampai 18 tahun. Setengah dari anak-anak itu memiliki berat badan normal dan setengahnya gemuk. Para peneliti kemudian menempatkan 22 strip rasa di lidah anak-anak, masing-masing manis, asam, asin, umami (gurih) dan pahit – pada empat tingkatan intensitas, serta dua strip kosong. Para responden diminta mengidentifikasi masing-masing rasa, dan juga memeringkatkan intensitas strip rasa ini.

 

Setiap rasa memiliki skor, dengan skor maksimum identifikasi semua lima jenis rasa pada empat tingkat intensitas yang berbeda itu ditambah hingga 20. Anak-anak obesitas jauh lebih sulit membedakan antara rasa-ras itu sehingga rata-rata skor mereka 12,6, dibandingkan dengan rata-rata lebih dari 14 untuk anak-anak dengan berat badan normal.

 

Secara keseluruhan, yang paling mudah mereka identifikasi adalah rasa manis dan asin, lalu lebih sulit membedakan asin dan asam, juga dan asin dan umami. Secara umum, perempuan dan anak-anak yang lebih tua adalah mereka yang terbaik dalam mengidentifikasi berbagai rasa.

 

Kebanyakan anak yang lebih tua memiliki kemampuan terbaik untuk membedakan sensasi rasa, tapi tidak demikian dengan anak-anak obesitas. Dan meskipun semua anak-anak itu bisa mengidentifikasi tingkat intensitas kemanisan yang berbeda, anak-anak obesitas dinilai memiliki intensitas strip rasa yang lebih lemah daripada anak-anak dengan berat badan normal. (anbf)

484 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY