DLHK Depok akan Perbaiki Mesin UPS yang Bermasalah

0
55

www.depoktren.com–Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok memiliki kurang lebih 31 Unit Pengelola Sampah (UPS). Hanya saja, ada beberapa mesin UPS yang masih rusak dan mangkrak di sejumlah kelurahan. Rencannya, Senin (20/5) mesin-mesin UPS yang rusak akan diperbaiki dan juga akan membenahi UPS lain yang mangkrak

Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok, Iyay Gumilar mengatakan, ada empat teknisi yang akan memperbaiki mesin ayakan tersebut. Dari informasi yang didapat, jaring-jaring di mesin itu bolong sehingga tidak bisa menghaluskan sampah organik menjadi pupuk kompos.

“Jadi Senin besok jaringnya kita akan ganti dengan yang baru, mesinnya juga kan agak rusak karena sering terendam banjir. Semuanya akan mulai diproses Senin,” kata Iyay.

Dia mengungkapkan, bahwa UPS 3 di TPA Cipayung sering terendam banjir ketika hujan melanda Kota Depok. Sehingga sampah organik yang sudah melalui proses untuk menjadi pupuk terendam oleh banjir. Serta mesin yang ada disisi kiri gedung pun juga ikut terendam.

“Itu kan posisi UPSnya dibawah tidak datar seperti UPS 4 yang sejajar dengan lahan diatasnya. Selalu tiap hujan kami dapat laporan kalau di UPS 3 kebanjiran,” ungkap dia.

Permasalahan mengenai UPS tidak hanya yang ada di TPA Cipayung saja. Melainkan ada beberapa gedung UPS di wilayah Limo dan Cinere yang sudah tidak beroperasi.

Iyay membenarkan, bahwa UPS yang ada diwilayah itu memang sudah tidak beroperasi. Lantaran tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dimiliki DLHK Kota Depok. Serta gedung tersebut juga berdiri di atas lahan milik pribadi bukan Pemerintah Kota Depok.

Namun pihaknya, akan terus mendorong masyarakat untuk menjadikan gedung itu seperti semula yakni sebuah UPS. Pasalnya, saat ini DLHK Depok masih sangat membutuhkan lebih banyak lagi UPS di setiap kelurahan.

“Kalau mau diubah jadi UPS masyakarat harus mengikuti SOP yang ada di DLHK. Kami sangat butuh UPS untuk menekan jumlah sampah yang masuk ke TPA, dan mengurangi TPS liar di lingkungan,” pungkas Iyay. (Karnikus/Papi Ipul)

55 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY