Kadisdik Depok Sebut Bakal Ada Siasat Negatif Orang Tua Jelang PPDB

0
112

www.depoktren.com–Seluruh Dinas Pendidikan (Disdik) di Indonesia saat ini sedang mengatur pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2019/2020.

Seperti lainnya, Disdik Kota Depok juga melakukan persiapan PPDB. Kepala Disdik Mohammad Thamrin mengatakan kesempatan pendidikan terbuka secara luas bagi peserta didik berbagai tingkatan.

Meski demikian, ada satu masalah yang dihadapi peserta didik tahun ini karena Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendagri) no 51 tahun 2019.

Permendagri tentang zonasi dinilai merugikan karena dinilai kaku, sehingga banyak siswa berprestasi tidak dapat melanjutkan pendidikan di sekolah yang difavoritkan. Banyak peserta didik berprestasi yang karena jarak rumahnya jauh dengan sekolah tidak dapat diterima, karena sekolah memprioritaskan calon siswa yang jarak rumahnya terdekat dengan sekolah.

Situasi itu dinilai Thamrin dapat menimbulkan potensi tidak baik. Akan ada orang tua yang melakukan beberapa siasat agar anaknya dapat diterima di sekolah tujuan.

“Salah satunya dengan mengubah domisili sementara, menjadikan rumahnya terdata dekat dengan sekolah tujuan,” kata Thanrin, Kamis (13/6/2019) lalu.

Mengantisipasi hal tersebut, Thamrin lakukan modifikasi dengan sistem nilai zonasi plus untuk tingkat SD dan SMP. Hal itu dilakukan mengingat tingkatan diatas masuk dalam kewenangan Dinas Pendidikan Kota Depok.

Sistem zonasi plus yaitu penambahan poin prestasi bagi calon peserta didik, dimana nilai zonasi ditambah dengan nilai prestasi. Hak yang sama juga diterapkan oleh Disdik Pemprov DKI Jakarta.

Thamrin juga katakan, Permendagri no 51 itu juga merugikan calon peserta didik tingkat SMA.

“Bagaimana nasib pelajar warga Kecamatan Beji yang tidak punya gedung sekolah SMA Negeri,” tuturnya.

Menurut Thamrin, PPDB tahun 2019 ini terapkan sistem zonasi berkeadilan yaitu bukan hanya zonasi murni semata, tetapi juga menilai hasil ujian anak didik tersebut dan prestasi nonkependidikan lainnya. Sehingga berikan keadilan dan motivasi kepada peserta didik.

Untuk SMP, PPDB mulai dibuka pada awal bulan Juli. Di Pekan pertama, dibuka secara offline yaitu zonasi jalur bagi pelajar dari orang tua miskin. Pekan selanjutnya baru dibuka pendaftaran secara online. (Luki)

112 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY