Welcome to UI Town Square, Masuk UI Harus Bayar, Ini Kampus atau Mall Sih?

0
452

www.depoktren.com–Welcome to UI Town Square. Begitulah salah satu tulisan di spanduk yang terpampang di dalam Kampus Universitas Indonesia (UI)D Depok saat ini. Ada beberapa spanduk terpampang yang cukup menggelitik diataranya bertuliskan, Masuk Kampus Kayak Masuk ke Mall, Masuk Kampus Kayak Masuk Ancol, Campus Commercialization, dan Kampus Kami Aman Tanpa Secure Parking.

Spanduk-spanduk itu terbentang sebagai bentuk protes mahasiswa akan rencana diberlakukan masuk area Kampus UI berbayar untuk kendaraan motor. Selain itu, warga yang selama ini merasa terisolasi, yakni warga Beji, Kukusan dan Tanah Baru juga protes dan menilai Kampus UI sudah menjadi area komersil bisnis dan rekreasi.

Di dalam kompleks Kampus UI selain tempat menimba ilmu para mahasiswa juga kerap dijadikan sarana olahraga dan rekreasi para mahasiswa dan warga Kota Depok. Jadi tak ayal, selain gedung-gedung fakultas, Rektorat, Balairung, gedung perpustakaan juga terdapat gedung Rumah Sakit UI dan ada 6 danau yang ada dijadikan tempat rekreasi dengan perpohonan yang rindang, ada juga Jembatan Teksas yang cukup menarik serta bertumbuhan tempat-tempat komersial seperti Hotel Makara UI, Rumah Makan Mang King, dan sejumlah restoran, sejumlah cafe dan beragam ATM Bank dan beberapa kantor bank pembantu.

“Kampus UI lama kelamaan sudah berubah fungsi yang mungkin akan berubah menjadi kawasan bisnis dan rekreasi. Bukan tidak mungkin fungsi kawasan komersil lebih besar daripada fungsi pendidikan dan penelitian,” ujar Jamal, seorang warga Beji yang prihatin dengan kebijakan yang dijalankan pengelola Kampus UI saat ini, Sabtu (6/7/2019).

Contoh kasus, lanjut Jamal, rencana penerapan berbayar bagi kendaraan motor yang masuk ke Kampus UI menandakan lebih mengedepankan fungsi bisnisnya daripada UI sebagai fungsi pendidikan, penelitian dan kepedulian sosial. “Matre banget, masuk Kampus UI harus bayar, nggak ada rasa kepedulian sosialnya dengan warga sekitar dan mahasiswa yang sedang menuntut ilmu,” terang dia.

Warga Kukusan, Taufik juga menilai, Kampus UI saat ini tak ramah lingkungan sosial dan lingkungan hidup. Hutan UI yang dulu begitu rindang dan areanya cukup luas, lambat laun mengecil dan berubah fungsi menjadi hutan beton dengan tak hentinya dibangun gedung-gedung bertingkat.

“Hutan UI terus dibabat tanpa henti berganti gedung-gedung bertingkat, sudah seakan menjadi kota dalam kota. Pembangunan gedung-gedungnya sepertinya tanpa memperhatikan tata ruang dan kajian dampak lingkungan. Kami menduga juga mungkin tidak ada ijin mendirikan banguna (IMB) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok,” tutur dia.

Kembali ke kebijakan masuk Kampus UI berbayar bagi kendaraan motor, para mahasiswa juga menolak. Rencana penerapan kebijakan tarif parkir oleh Direktorat Pengelolaan dan Pemeliharaan Fasilitas (DPPF ) sudah ada sejak 2018 lalu.

“Kami menolak dan akan membuat dukungan penolakan lewat petisi online,” kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PNJ, Iqbal Fauzan.

Dia mengaku kaget karena tiba-tiba palang pintu parkir dan loket pembayaran sudah terpasang dan dibangun di sejumlah tempat, pintu masuk dan keluar untuk motor di pintu belakang Kampus UI di Kukusan, Pondok Cina dan Beji.

Berdasarkan infomasi dari DPPF UI, pengelola akan memberlakukan tarif parkir mobil Rp 4.000 hingg Rp 6.000, serta tarif parkir motor Rp 2.000 untuk satu jam pertama dan Rp 1.000 untuk jam berikutnya hingga maksimal Rp 4.000. “Jadi kita dua kali dong bayar parkirnya. Saat masuk bayar dan saat parkir juga bayar,” terangnya.

Kepala Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI, Rifelly Dwi Astuti, mengutarakan, persoalan tarif masuk Kampus UI masih dalam pembahasan.

“Saat ini kami belum dapat memberikan keterangan terkait biaya parkir perjam maupun hal teknis lainnya, dikarenakan surat keputusan belum final,” terangnya.

Rifelly menjelaskan, bila sistem parkir berbayar dilaksanakan, pihaknya akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi..Rencananya, kata dia, pihaknya akan melangsungkan uji coba sistem parkir berbayar selama dua pekan, 15 Juli hingga 31 Juli 2019.

“Untuk warga sekitar kompleks UI yang kerap melintas di lingkungan UI, tak perlu khawatir dikenakan tarif parkir karena pihaknya telah menggodok kebijakan khusus..UI sangat memahami bahwa kampus UI Depok kerap dijadikan akses untuk melintas sehari-hari bagi warga sekitar Depok. Jadi, UI mengakomodasi kebutuhan tersebut dengan menyediakan lintasan khusus bagi yang hanya ingin melintas dan tanpa harus membayar biaya masuk kampus atau bebas melintas selama 15 menit,” jelas Rifelly. (Wahyu Gondrong/Rus)

453 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY