Viral di Medos Parkir Khusus Perempuan, Ini Jawaban Kadishub Depok

0
210

www.depoktren.com–Beberapa hari viral di media sosial (Medsos) adanya kebijakan pemisahan parkir kendaraan perempuan dan laki-laki di kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan di RSUD Kota Depok. Informasi viral tersebut dikait-kaitkan dengan rencana penerapan Peraturan Daerah (Perda) Relijius yang akan diterapkan dam juga dihembuskan isu gender yang terlalu berlebihan.

Parkir khusus perempuan atau “ladies parking” banyak diterapkan sejumlah pengelola perparkiran untuk memudahkan perempuan memarkirkan kendaraannya. Biasanya bagi pengendara mobil.

Area ladies parking seperti di gedung perkantoran atau pusat perbelanjaan, biasanya disediakan di titik parkir yang paling mudah untuk memarkirkan kendaraannya.

Meski demikian, adanya ladies parking bukan berarti perempuan tidak boleh parkir di luar area ladies parking, karena tempat yang terbatas.

Namun, dengan alasan menerapkan ladies parking, di Depok, area parkir laki-laki dan perempuan dipisah, bahkan parkir sepeda motor sekalipun.

Beberapa tempat yang telah menerapkan pemisahan area parkir laki-laki dan perempuan antara lain di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok di Sawangan, serta Gedung Balai Kota Depok, Jalan Raya Margonda.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan, pemisahan area parkir laki-laki dan perempuan telah diterapkan di sejumlah gedung instansi pemerintah maupun swasta.

Menurut Dadang, penyediaan parkir khusus perempuan merupakan hal yang biasa diterapkan di setiap tempat parkir. Tujuannya memberikan rasa aman dan nyaman bagi perempuan yang mengunakan kendaraan.

“Hanya ladies parking, itu hal biasa saja di Margo City dan mal lainnya pun sudah ada,” kata Dadang di Gedung Parkir Balai Kota Depok, Rabu (10/7/2019).

Di RSUD Kota Depok, misalnya, pemisahan area parkir antara kendaraan laki-laki dan perempuan tampak dari tulisan ‘Ladies Parking’ dan ‘Man Parking’ yang diberi petunjuk arah berlawanan.

Lebih jauh, Dadang menjelaskan, pemisahan tempat parkir laki-laki dan perempuan telah diberlakukan di kantor pemerintahan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok. Kebijakan penyediaan area parkir kendaraan khusus untuk perempuan (ladies parking) ini, untuk pengarusutamaan gender sehingga memudahkan perempuan mendapatkan akses pelayanan publik yang lebih baik.

“Jadi, bukan hanya terjadi di RSUD Depok saja atau di Balai Kota Depok. Kantor pemerintahan, bahkan pusat perbelanjaan pun menyediakan layanan parkir perempuan tersebut,” jelasnya.

Kebijakan tersebut bersifat imbauan dan untuk di RSUD sosialisasi berupa spanduk penyediaan area parkir khusus perempuan telah ada sejak tahun 2017. Dengan tujuan, memudahkan pengguna parkir, khusunya perempuan dalam memarkir kendaraannya. “Jika ada yang mengaitkan dengan hal lain di luar itu, tentu sangat keliru. Program ini bertujuan baik,” terangnya.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nessi Annisa Handari menambahkan, pemisahan parkir bagi perempuan dan difabel adalah salah satu implementasi pengarusutamaan gender. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan dan permasalahan antara laki-laki dan perempuan secara adil untuk memperoleh manfaat dari pembangunan.

“Dengan menyediakan area parkir, artinya pemerintah memberikan fasilitas dan sarana publik yang responsif gender. Responsif terhadap kondisi dan kebutuhan perempuan dan juga penyandang disabilitas,” tutur Nessi.

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Wanita, Dama berharap justru tempat parkir khusu wanita di tambah tidak hanya satu lantai san juga berharap diberlakukan diseluruh tempat-tempat umum lainnya seperti di seluruh Mal, rumah sakit, hotel dan apartemen. “Bagus kok, untuk kaum pria perlu kesadaran untuk tidak parkir di area parkir perempuan,” tandas ASN Pemkot Depok yang bertugas di Kominfo ini.
(Papi Ipul/Rus)

210 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY