KOOD Bakal Benahi Setu Asih Pulo

0
235

www.depoktren.com–Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) akan membenahi situ-situ di Kota Depok, salah satunya Setu Asih Pulo yang berlokasi di Kp Pulo, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas.

Tujuannya, agar danau kecil (setu) tersebut menjadi destinasi wisata unggulan yang dapat membangkitkan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar setu, serta terjaganya pelestarian lingkungan.

Hal itu terungkap saat sejumlah pengurus KOOD yang diketuai Haji Ahmad Dahlan menemui pengelola Setu Asih Pulo, Selasa (16/7/2019).

Gayung bersambut, pihak pengelola Setu Asih Pulo merespons positif upaya pembenahan kawasan setu yang akan dilakukan oleh KOOD. Bahkan KOOD diminta untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

Pasalnya, menurut Jamiali selaku Juru Setu Asih Pulo, yang memiliki kewenangan pengelolaan setu-setu di Kota Depok adalah Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Setu ini adalah aset pemerintah pusat, jadi sebaiknya berkoordinasi ke pusat, Balai Besar (BBWSCC). Kami siap membantu kawan-kawan KOOD untuk bertemu dengan pihak yang berwenang di Balai Besar,” kata Jamiali yang didampingi Arif Qadarman, penggagas terbentuknya tim Peduli Setu Asih Pulo.

Sementara itu Ketua Saudagar KOOD, Haji Acep Al Azhari, mengaku sangat tertarik dengan kondisi alam di kawasan Setu Asih Pulo yang dinilainya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obyek wisata yang diminati masyarakat.

“Kami dari Saudagar KOOD ingin nimbrung mengurusi Setu Asih Pulo agar menjadi obyek wisata unggulan dan berpotensi menggerakkan ekonomi. Ayo kita benahi setu ini, dan kita ciptakan pasar di kawasan ini,” ujar Acep bersemangat.

Menurut Acep, semua pihak memiliki kewajiban yang sama dalam membenahi dan memajukan pariwisata di Kota Depok, termasuk KOOD sebagai organisasi kemasyarakatan yang fokus mengurusi kearifan lokal Depok, utamanya seni dan budaya.

Saking semangatnya, Acep pun mencontohkan salah satu pemerintahan daerah di Jawa Timur yang dinas-dinasnya kerap membicarakan tentang pariwisata.

“Ada kota di Jatim. Disana dinas-dinasnya sering bicarakan masalah pariwisata, DKUM ngomong pariwisata, Dinas Indag bicara pariwisata, Dinas Pertanian juga omongin pariwisata, dan dinas-dinas yang lain selalu bicara pariwisata. Akibatnya pariwisata di daerah itu bangkit dan mampu menghadirkan banyak wisatawan,” ujar Acep.

Di bagian lain Acep menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, guna mewujudkan Depok sebagai sebuah kota yang memiliki banyak destinasi wisata.

“Di era sekarang tidak bisa bekerja sendirian, tidak bisa sukses sendirian, harus bareng-bareng. Sambung-menyambung menjadi satu, itulah Indonesia,” ujar Acep mengutip lirik lagu Dari Sabang Sampai Merauke.

Dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok No 1 Tahun 2015 Tentang RTRW Kota Depok 2012-2032 disebutkan bahwa Setu Asih Pulo merupakan kawasan perlindungan.

Setu lainnya adalah Situ Cilangkap, Situ Rawa Kalong, Situ Pedongkelan Situ Tipar, Situ Jatijajar, Situ Patinggi, Situ Gemblung, Situ Gadog, Situ Cilodong, Situ Pengarengan, Situ Bahar, Situ Pitara.

Kemudian Situ Rawa Besar, Situ Citayam, Situ Universitas Indonesia (UI) 1, UI 2, UI 3, dan UI 4, Situ Pladen, Situ Bojongsari, Situ Pengasinan, Situ Sidomukti, Situ Rawa Gede, Situ Pasir Putih, Situ Krukut.(amr)

235 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY