Ridwan Kamil Turun Tangan Atasi Kemacetan di Kota Depok

0
278

www.depoktren.com–Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan akan segera membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk mengatasi kesemerawutan tata kota dan kemacetan yang semakin parah di Kota Depok. Bantuan berupa dana yang diambil dari APBD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar Tahun 2020.

“Kami akan anggarkan untuk membantu permasalahan, kesehatan, pendidikan, sampah, normalisasi situ-situ, pariwisata serta terutama masalah kesemerawutan tata kota dan kemacetan,” ujar gubernur yang akrab disapa Kang Emil usai melakukan rapat bersama Wali Kota Depok, Mohammad Idris di Balai Kota Depok, Kamis (18/7/2019).

Dalam rapat Gubernur Jabar dengan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Depok itu dibahas semua permasalahan yang dihadapi seperti masalah kesehatan, pendidikan, sampah, kelestarian situ-situ, tata kota dan kemacetan dan dibahas juga penanganannya. “Saya sudah enam kali ke Kota Depok. Kita mensinkronkan program dari Pemprov Jabar dengan Pemkot Depok. Kalau Pemkot Depok ada masalah juga menjadi masalah Pemprov Jabar. Kita akan atasi satu-persatu semua masalah,” tuturnya.

Menurut Kang Emil, untuk mengurai kemacetan di Jalan Dewi Sartika dan Jalan Citayam, pihaknya sudah sepakat dengan Pemkot Depok untuk membangun dua underpass. Untuk Jalan Dewi Sartika saat ini sudah dalam tahap DED dan diharapkan pada 2020 sudah bisa dibangun.

“Proyek pembangunan dua underpass ini sifatnya emergency, untuk mengatasi kemacetan yang sudah parah di perlintasan rel kereta api. Perkiraan biaya pembangunan dua underpass ini sekitar Rp 240 miliar,” terangnya.

Dia menambahkan, untuk pelaksanaan pembangunan dua underpass di Jalan Dewi Sartika dan di Jalan Citayam, pihaknya hanya membiayai proyek pembangunannya sedangkan pembebasan lahannya menjadi tanggungjawab Pemkot Depok.

“Fokus kita membangun dulu dan kita kembalikan keuntungannya untuk masyarakat. Karena dengan macet masyarakat sudah stres, makanya kita bikin senang dengan pembangunan ini. Kami juga membahas mengenai transportasi massal, sedang dikaji kemungkinan penggunaan MRT, kapsul atau transportasi massal lainnya,” pungkas dia. (Aan Humaidi)

279 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY