Penjelasan Nacel Indonesia Terkait Seorang Siswa Gagal Ikut Pertukaran Pelajar ke AS

0
51

www.depoktren.com–Seorang pelajar yang mengikuti program Nacel Open Door Indonesia 2019 gagal berangkat ke Amerika Serikat (AS) untuk menjadi pelajar Indonesia Exchange selama 1 tahun. Orang tua siswa, Diet Ibach kecewa dengan kegagalan anaknya M Abrar Rizalditto (16 tahun) menjadi pelajar Indonesia Exchange tanpa keterangan resmi dari pihak Nacel Indonesia.

Direktur Nacel Open Door Indonesia Aida Joesoef Ahmad menjelaskan bahwa Nacel Open Door adalah organisasi non-profit yang sudah berdiri sejak 1957 serta telah mendapat kepercayaan masyarakat nasional dan internasional. Kedua, seleksi yang diadakan di Indonesia adalah tahap nasional.

“Bila seorang siswa lulus di tahap nasional, datanya akan diteruskan ke di negara yang dituju (tahap internasional). Bila lulus, akan keluar ‘Letter of Acceptance’. Bila ditolak, siswa tidak akan bisa berangkat,” ujar Aida dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (20/7/2019).

Dalam kasus pembatalan Rizalditto, lanjut Aida, kebetulan masuk kategori ditolak karena ketidaklengkapan data. Pembatalannya telah diberitahukan kepada pihak keluarga. “Namun, beberapa hari kemudian, ayah siswa tersebut tiba-tiba datang di malam hari sekitar pukul 21.30 WIB, tanpa konfirmasi minta kejelasan dan tanggung jawab Nacel Indonesia,” jelasnya.

Nacel Open Door, lanjut Aida, telah memberi penjelasan dan menyampaikan beberapa alternatif solusi. Antara lain, tahun ini ia bisa ikut program sekolah internasional, atau sekolah swasta, atau ikut lagi program yang sama tahun depan. “Namun semua opsi itu ditolak disebabkan masalah biaya dan orang tua bersikukuh minta anaknya bisa berangkat tahun ini juga karena siswa itu sekarang sudah menderita depresi berat.”

Saat itu, kata Aida, pihaknya menyarankan agar siswa menemui secara pribadi untuk menenangkannya seperti yang biasa dilakukan dengan siswa lain yang bermasalah sama di tahun-tahun sebelumnya. Namun, usul ini pun tidak ditanggapi.

Aida menambahkan, secara kelembagaan pernyataan pembatalan hanya diberikan kepada Nacel Indonesia, tidak pernah langsung pada orang tua siswa. Namun atas desakan orang tua siswa, surat itu pun diusahakan dan berhasil diperoleh serta dikirim pada keluarga yang langsung ditanda tangani oleh Presiden Nacel AS, meskipun ini melanggar aturan organisasi. “Semoga penjelasan ini bisa memberi klarifikasi,” jelas dia. (Sis/Rus)

51 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY