Epidemi HIV-AIDS di Kota Depok Bak Bara dalam Gunungan Sekam

0
94

www.depoktren.com–Epidemi HIV (human immunodeficiency virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Kota Depok sudah masuk tingkat waspada namun masih belum mendapat penanganan serius oleh warga dan Pemkot Depok sehingga merebak bak bara dalam gunungan sekam . Demikian dikatakan Syaiful Harahap, pengamat HIV-AIDS dari Indonesia AIDS Coalition (IAC).

Padahal, Sebut Syaiful, sebaran virus yang menyerang kekebalan tubuh ini harus ditangani secara terbuka dan ditangani secara bersama-sama dengan semua pihak LSM, pemerintah, dan termasuk dengan odha (orang dengan HIV-AID), serta orang-orang yang beresiko.

“Ini sudah jadi masalah Indonesia, apalagi dunia, termasuk Kota Depok. Tidak perlu lagi ditutup-tutupi apalagi dipungkiri. Tak usah mencari ujung-pangkal saling menyalahkan,” ujar mantan wartawan veteran ini, Senin (22/7/2019).

IAC, sebutnya, proaktif melakukan pencegahan sebaran HIV-AIDS dan membina odha. Gunanya untuk memantau dan mendampingi odha dari aktivitas yang berisiko. “Bila yang odha, kami dampingi supaya bersedia diperiksa dan bersedia menjalani terapi mengkonsumsi rejimen antiretroviral (ARV) yang dapat secara dramatis memperlambat bertambah parahnya penyakit serta mencegah infeksi sekunder dan komplikasinya,” terangnya.

Kota Depok sendiri, katanya, sudah terdapat sejumlah kasus odha. Para-odha ini dari kalangan balita, anak-anak, lelaki dan perempuan dewasa yang berumah tangga. Apalagi di kalangan pekerja seks pria, wanita, dan waria.

Ironisnya, dari penelusuran, Dinas Kesehatan Kota Depok belum punya data yang solid soal odha ini. Penanganannya masih parsial dan tertutup. Dalam pelatihan pemberitaan media yang positif terkait berita yang menyangkut odha pada media massa yang diselenggarakan AIC di Hotel Bumi Wiyata, 18-20 Juli, Agus Gozali, pejabat di Depkes Kota Depok tidak dapat sebutkan jumlah odha yang dimiliki.

Pelatihan ini juga diikuti oleh pegiat Civil Society Organization (CSO) diantaranya ACS Depok, KDS Hitam Putih, Kuldesak, Humakita, KDS Warna Kita, Yayasan Layak, YMPAI, Perwade, KDS Demau, Terjang, JIP dan Yayasan KAKI.

“Jika dari data dari Kemenkes, di Kota Depok ada potensi odha sekitar 90 orang. Tapi itu estimasi. Berapa data di dinkes kami tidak ada. Tapi kami serius kok melayani para-odha ini di RSUD dan di sejumlah puskesmas Kota Depok,” (HR).

95 total views, 1 views today

LEAVE A REPLY