Wartawan Depok Belum ‘Merdeka’

0
200

DEPOK-Ketua Pembina Depok Media Center (DMC), Rusdy Nurdiansyah menyatakan wartawan di Depok belum mendapatkan ‘kemerdekaan’ untuk mendapatkan informasi khususnya mengenai informasi anggaran. ”Kemerdekaan mendapatkan informasi belum sepenuhnya dimiliki wartawan di Depok, terutama soal mendapatkan informasi anggaran,” kata Rusdy di Depok,Kamis, (10/10).

Salah satu indikasinya, lanjut Rusdy adalah masih rendahnya kesadaran badan-badan publik, terutama di pemerintahan daerah dalam menyediakan pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID).
Padahal,kewajiban adanya PPID di badan-badan publik telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
”Dalam mencari informasi khususnya mengenai anggaran, para wartawan di Depok masih mengandalkan wawancara. Wawancara pun terkadang masih terbatas saat acara-acara formal, sehingga informasi yang diperoleh tidak mendalam dan detail,” ujar pendiri Pokja Wartawan Depok ini.

Hal tersebut, terangnya, ditopang dengan masih adanya pejabat badan publik yang kurang kooperatif dalam memberikan informasi. ”Di sisi lain, pengetahuan yang terbatas soal seluk-beluk anggaran daerah juga kerap menjadi penghambat wartawan dalam meliput isu-isu soal anggaran,” terang Rusdy.

Menurut Rusdy, kemerdekaan untuk mendapatkan informasi mengenai anggaran sangat penting, sebab dengan kemerdekaan tersebut, maka para wartawan bisa leluasa mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah daerah khususnya mengenai anggaran daerah.

Dengan keleluasaan itu, para wartawan bisa menghasilkan pemberitaan yang berkualitas. Dampaknya, publik yang mengonsumsi pemberitaan itu akan memperoleh informasi yang utuh, mendalam, dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. ”Sebenarnya intinya ada pada keberpihakan eksekutif, legislatif dan yudikatif terhadap kinerja wartawan Depok yang merdeka atau tidak,” pungkas Rusdy.

 444 total views

LEAVE A REPLY