Lagi Program Nur Mahmudi Terindikasi Korupsi Yakni Santunan Kematian

0
383

depoktren-Lagi program Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail terindikasi korupsi yakni program Santunan Kematian. Program yang digembar-gemborkan untuk membantu warga, khususnya warga miskin yang mengalami musibah tersebut hanyalah program isapan jempol semata. Banyak klaim santunan kematian yang diajukan masyarakat tak kunjung cair, padahal dana santunan kematian yang dananya dari APBD Kota Depok itu sudah dikucurkan.

Sejumlah warga mempertanyakan santunan kematian tersebut yang memang sudah lama tak kunjung cair. ”Saya sejak 2011 hingga saat ini belum dapat juga, padahal saya sudah mengajukan dan prasyaratnya sudah saya penuhi,” ujar Bahri Syamsu, warga Beji, Kamis (17/10).

Menurut Bahri, dirinya sudah berkali-kali menanyakan ke dinas terkait, namun petugas hanya menjanjikan dan mengatakan kemungkinan bisa cair pada bulan Oktober 2013. ”Sekarang sudah Oktober tapi belum ada tanda-tanda dananya cair,” tegasnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok, Diah Sadiah mengatakan bahwa pihaknya telah mensosialisasi kepada masyararakat terkait pencairan  santunan kematian ke seluruh kecamatan. Menurutnya, hingga saat ini tercatat 1.720 warga yang belum dibayarkan santunan kematiannya.

”Semua akan dibayarkan setelah anggaran perubahan disahkan, saat ini ABT Depok sedang dalam verifikasi di Jawa Barat. Karena itu warga dimohon bersabar,” terang Diah saat dihubungi wartawan.

Untuk tahun 2011, lanjut Diah, ada dua orang yang belum mengambil santunan meskipun sudah ada anggarannya. Tahun 2012 sebanyak 91 orang yang belum dibayarkan. Sedangkan tahun 2013 sebanyak 1.625 warga yang belum menerima santunan. ”Mudah-mudahan bulan November santunan kematian sudah bisa dicairkan semua,” harapnya. @rizky

 749 total views

LEAVE A REPLY