Pasca Bentrok TNI dan Polri, Jam Operasional Karaoke Akan Dievaluasi

0
642

depoktren-Pasca bentrok Kostrad TNI dan Brimob Polri di Karaoke Venus, Depok Town Square (Detos), Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail akan mengevaluasi atau mengatur kembali jam operasional usaha jasa hiburan, salah satunya adalah karaoke di Kota Depok.

”Saya minta dinas terkait mengevaluasi kembali jam kerja usaha hiburan, seperti karaoke dan lainnya. Evaluasi ini untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat,” ujar Nur Mahmudi, Sabtu (19/10).

Walikota juga meminta bagi pengusaha jasa hiburan meninjau kembali jam operasionalnya, serta bertanggung jawab terkait keamanan dan ketertiban. ”Dinas terkait juga harus segera mengevaluasi operasional tempat-tempat karaoke apakah sesuai dengan perizinan atau tidak. Tempat-tempat jasa niaga hiburan atau wisata tentu harus aman, tertib. Perhatikan jam kerjanya maksimal buka sampai jam berapa, itu harus diatur,” tuturnya.

Ditegaskan Walikota, tempat-tempat karaoke di Depok itu perizinan rumah bernyanyi keluarga, seharusnya berkonsentrasi betul-betul untuk hiburan keluarga. Sehingga lokasi tersebut jauh dari potensi konflik atau keributan. ”Dinas terkait harus tegaskan aturan ketertiban, jika ada pelanggaran izin operasional maka harus dikoreksi, izin operasinya yang harus diperhatikan,” tegasnya.

Walikota menambahkan, bahwa setiap tempat hiburan harus mematuhi peraturan daerah (perda) soal minuman keras (miras). Yakni setiap lokasi yang menjual miras dilarang menjual dibawah 1.000 meter dari lokasi pendidikan dan rumah ibadah. ”Berpegang prinsip teguh saja pada perda miras, kalau ada bilyar di tempat karaoke pada dasarnya bilyar itu dijadikan sarana olah raga, dan tidak masalah selama tidak disalahgunakan,” pungkas Walikota.

Berdasarkan pemantauan depoktren, Di Depok tempat-tempat karaoke kelarga bertumbuhan dan tersebar, ada Karaoke Inul di Mal Depok dan Mal Cinere, ada Nav Karaoke di Margocity, ada Diva Karaoke di Cinere dan Karoke Venus di Detos dan Cibubur.

Namun sayangnya tempat-tempat karaoke dengan tagline rumah bernyanyi keluarga tersebut lebih bernuansa karaoke umum, pasalnya para pengelola juga menyediakan minuman keras mulai dari minuman beralkohol dibawah 10 persen seperti BIR hingga minuman beralkohol diatas 15 persen yang juga produk impor seperti Chivas Regal, Black Label, Tequila dan berbagai jenis minuman lainnya.

”Sangat disayangkan, ditempat-tempat karaoke tersebut banyak pengunjung keluarga dan anak-anak. Kenapa pengelolanya menjual minuman keras, sangat tidak baik untuk dilihat keluarga dan anak-anak,” teran Rina, seorang ibu yang tinggal di Beji, Depok.

Sementara itu, Hendra Kurniawan, pengamat sosial Kota Depok mengatakan pemerintah Kota Depok harus tegas menindak tempat-tempat karaoke yang menjual secara bebas minuman keras, apalagi sudah ada aturan yang tegas di dalam Perda Minuman Keras.

”Padahal tidak menjual minuman keras saja pengunjungnya cukup banyak kok. Kalau begini, tempat-tempat karaoke itu hanya berkedok sebagai karaoke keluarga saja, dan ada indikasi agar terhindar dari pajak karaoke umum yang lebih besar dibandingkan dengan pajak untuk karaoke keluarga,” papar Hendra. ”Ini juga bentuk penipuan terhadap konsumen,” tegasnya. @aris

 1,067 total views

LEAVE A REPLY