Bahasa Harus Dimaknai Sebagai Identitas Bangsa dan Bernilai Global

0
196

depoktren-Prisma Resource Center memandang perlu menyelenggarakan seminar sehari mengingat momentum Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 adalah salah satu tonggak proses berbangsa yang paling penting.

Seminar bertajuk “Ekonomi Politik Bahasa Indonesia & Identitas Bangsa : Bangga Berbahasa Indonesia” ini menghadirkan pembicara, Rocky Gerung (FIB-UI), Ignas kleden (KID), Daniel Dhakidae (Prisma), dan Gita Wirjawan (Menteri Perdagangan RI) sebagai Keynote Speaker.

Seminar akan diadakan di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta, Senin, (28/10). ”Tanpa terasa pada bulan ini Sumpah Pemuda telah memasuki usia ke 85 tahun; yang dapat diartikan seumur itulah
kita telah ‘menjadi’ Indonesia,” ujar Daniel Dhakidae dari Prisma Resource Center,  Sabtu (26/10).

Bila dicermati, lanjutnya, salah satu konstruk keindonesiaan yang ditemukan dan dibangun angkatan 1928 adalah bahasa Indonesia. ”Namun sayangnya kini sebagian besar dari kita menganggap bahasa Indonesia sebagai sesuatu yang natural; sesuatu yang sejak dulu sudah ada dan tumbuh secara alamiah. Sehingga penghormatan kita pada penggunaan bahasa Indonesia yang benar tidak lagi disikapi secara serius,” papar Daniel.

Banyak orang, lanjut Daniel, acapkali memperkosa bahasa Indonesia agar tampak canggih, intelek, unik, ataupun mengonstruksinya menjadi sebuah identitas kelompok tertentu; yang kesemuanya mengaburkan identitas bahasa Indonesia karena seolah tak ada lagi pijakan bahasa yang baku.

Padahal angkatan 1928 menyadari sepenuhnya bahwa pembentukan nation Indonesia tidak mungkin dapat dilakukan tanpa mengikutsertakan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan salah satu elemen penting dari konsepsi keindonesiaan; konsepsi kita sebagai sebuah bangsa. @nur

 413 total views

LEAVE A REPLY