Depok Memang Lebih Baik Gabung ke Jakarta

0
242

depoktren-Sebagai kota penyangga ibukota Jakarta, banyak masyarakat mengusulkan sebaiknya Depok menjadi bagian dari Jakarta.

Alasanya tidak lain karena perkembangan penduduk yang cukup pesat dan  banyak orang yang tinggal di Depok adalah warga Jakarta yang sengaja mencari tempat tinggal dengan alasan letaknya yang tidak jauh dengan Jakarta. Selain itu, untuk mempermudah koordinasi pembangunan mengatasi kemacetan dan banji yang kerap melanda Jakarta.

Bahkan, sebenarnya banyak warga Depok yang memegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) Jakarta, seperti di daerah Cinere, Limo, Kukusan, Cimanggis dan Cibubur. Apalagi sebagian besar warga Depok beraktivitas di Jakarta.

”Depok lebih cocok secara geografis dan budaya bergabung dengan Jakarta dibanding masuk wilayah Jawa Barat,” ujar Syaiful Bahri, warga Beji, Depok yang keseharian beraktivitas di Jakarta.

Depok lebih cocok menjadi wilayah Jakarta juga dikatakan anggota Komisi III DPR RI dari Partai Demokrat (PD) Harry Witjaksono yang merupakan warga Depok. ”Depok itu salah satu kota penyangga, jadi lebih baik Depok ikut ke Jakarta saja daripada dengan Jawa Barat,” kata Harry, Rabu (30/10).

Harry menjelaskan, usulan itu bukan tanpa alasan logis. Alasannya, secara topografi Depok memang sangat dekat dengan Jakarta. Segala aktifitas masyarakat Depok pun sebenarnya cenderung mirip dengan Jakarta, baik dari sisi perekonomian hingga masalah kriminal.

Bergabungnya Depok ke Jakarta dinilai akan memudahkan urusan administratif. Sehingga pejabat Kota Depok tidak harus pergi jauh ke Bandung, Jawa Barat hanya untuk mengikuti rapat dengan pemerintah provinsi. Apalagi, urusan hukum di Depok masih berada di bawah Polda Metro Jaya.

”Alangkah lebih baiknya jika secara administratif dan hukumnya merujuk ke satu induk saja. Kalau sekarang kan masih masing-masing,” tegas Harry yang mengakui usulan itu tidak mudah untuk direalisasikan mengingat sistem kepemimpinan Jawa Barat dan Jakarta yang berbeda. Jawa Barat juga, kata dia, tidak akan mudah melepaskan Depok karena juga menyangkut hal politis. ”Akan terjadi tarik-menarik karena nggak mudah untuk lepas dari Jabar. Perlu diskusi panjanglah,” terangnya.

Namun, Harry menilai proses menuju peleburan Depok ke Jakarta itu sudah terlihat. Terutama dari sisi penegakan hukum yang sudah merujuk ke Polda Metro Jaya dan bukan ke Polda Jawa Barat. Secara perlahan, kata dia, proses ke arah itu masih harus terus dilakukan. ”Ke depan kita harus pikirkan bagaimana Depok bisa dicover dengan Jakarta,” harapnya.

Usulan itu ditanggapi positif oleh pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia (UI), Lisman Manurung. Ia menilai, usulan tersebut sebaiknya direalisasikan mengingat pergerakan masyarakat Depok lebih banyak menuju Jakarta, begitu pun sebaliknya. Sehingga sangat ideal jika kedua wilayah itu berada dalam satu sistem administrasi yang sama.

”Jika kondisinya sudah demikian memang lebih baik dijadikan satu atap. Artinya, Depok-Jakarta berada dalam satu pintu administrasi yang sama,” pungkas Lisman. @izky

 626 total views

LEAVE A REPLY