Sebanyak 40 Persen Penderita TBC Belum Terdeteksi dan Terobati

0
315

depoktren.com-Bendahara Umum  Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Dr. Makki menuturkan sekitar 40 persen penderita Tuberculosis  (TB) atau TBC belum terdeteksi dan terobati. Padahal satu orang penderita bisa menularkan kepada 10 orang. ”Ini harus diobati, jika tidak, maka bisa berakibat fatal,” kata Makki, saat menghadiri Halaqoh NU Kota Depok di Pesantren Ar-Ridho, Jl. Raya Kalibaru, Cilodong. Ahad (4/11).

Menurut Makki, untuk pengobatan penderita TBC diperlukan waktu cukup lama yaitu: tahap pertama minum obat secara rutin selama enam bulan. Tahap kedua melalui suntikan setiap sehari selama dua bulan dan sisanya selama enam bulan dilanjutkan dengan cara minum obat.

”Biasanya, orang suka malas ke dokter untuk berobat. Jangan anggap enteng, batuk sampai dua minggu tak berhenti dengan berdahak sampai keluar darah, disertai penurunan berat badan itu  merupakan tanda awal penyakit TB. Kondisi ini banyak di temukan di Depok, apalagi masih ada 40 persen penderita TB yang  belum ditemukan dan diobati,” tutur Makki.

Ia mengkalim telah bekerjasama dengan lembaga Internasional dalam menanggulangi dan menekan angka penderita TBC, khususnya di Kota Depok.

PC NU Depok telah memiliki 24 kader tersebar di dua Kecamatan. Bahkan kader telah menemukan 11 pasien penderita TB.”Artinya Dengan pengobatan dan pengawasan kepada 11 pasien tersebut bisa menurunkan angka penularan sebanyak 110 orang,”jelasnya.

Namun demikian, Makki mengakui masih banyak kelemahan dalam mencari kader. Seperti di Kecamatan Limo jumlah penduduknya mencapai 91.600 jiwa, namun hanya memiliki 12 kader. Untuk itu,  sosialisasi dan partisipasi warga sangat dibutuhkan. Tujuannya, agar penyakit ini tidak terus menyebar. NU juga turut serta peduli pada masyarakat di bidang kesehatan. ”Apalagi per 100 ribu orang terdapa 107 penderita TB. ini yang perlu kita waspadai,” terangnya. @akan

 617 total views

LEAVE A REPLY