Dikeluarkan, Puluhan Siswa SMK Kharismawita Depok Mengamuk

0
1886

depoktren.com-Dikelurakan dari sekolah, puluhan siswa mengamuk. Ini terjadi di SMK Kharismawita di Jalan Raya Parung-Ciputat, Bojongsari, Depok, Senin (11/11).

Para siswa itu mengamuk dan merusak sekolah karena dipicu 13 temannya dikeluarkan dari sekolah lantaran tertangkap oleh kepolisian sektor Ciputat pada (6/11) lalu atas dugaan perencanaan aksi tawuran.

”Kami tidak terima teman kami dikeluarkan, karena pada saat ditangkap kami tidak sedang melakukan tawuran. Lagian kami bukan mau tawuran ke Ciputat, melainkan mau merayakan HUT sekolah ke Situ Gintung,” ujar Deri Gunawan, salah seorang siswa kepada wartawan.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, bahwa pada saat itu ia bersama kurang lebih 70 orang temannya dituduh membawa senjata tajam berupa cerulit dan gear. Padahal menurutnya, senjata tajam itu bukanlah milik teman-teman mereka.

”Kami minta teman kami yang 13 orang itu tidak dikeluarkan, jika sampai dikeluarkan maka kami semua akan keluar juga. Dan kami akan terus mogok belajar sampai tuntutan kami dikabulkan,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang wali murid yang anaknya dikeluarkan menyayangkan tindakkan pihak sekolah yang langsung mengeluarkan belasan para siswa. ”Kami menyesalkan, kenapa tidak diberikan surat peringatan terlebih dahulu, ini langsung dikeluarkan begitu saja,” ungkap orang tua siswa yang namanya tidak bersedia disebutkan.

Memang, diakuinya hingga kini belum ada pernyataan tertulis dari pihak sekolah yang menyatakan anaknya dikeluarkan. ”Baru secara lisan saja, intinya kami menginginkan tidak ada yang dikeluarkan,” harapnya.

Tidak hanya itu, kemarahan siswa juga dipicu oleh peraturan sekolah yang dianggap tidak rasional. Di mana pihak sekolah menerapkan denda 10 persen jika para siswa terlambat membayar uang SPP.

Ketika dikonfirmasi, perwakilan pihak sekolah menyayangkan sikap brutal para siswa yang telah merusak fasilitas sekolah. Menurut mereka, para sisawa yang dikeluarkan telah jelas bersalah karena kedapatan membawa senjata tajam.

”Ada 13 siswa yang diamankan Polsek Ciputat beberapa waktu lalu, di antaranya 9 siswa SMEA, dua SMA dan dua SMIP. Dari tertangkapnya mereka kami dipanggil pihak kepolisian, dan kami langsung mengambil tindakkan untuk mengeluarkan mereka,” terang Adnan, guru bimbingan konseling SMK Kharisma Wita.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, bahwa dikeluarkannnya belasan siswa telah sesuai aturan sekolah. Sementara ketika ditanya protes siswa menyangkut denda SPP sebesar 10 persen ia tidak menyangkalnya.

”Memang aturan tersebut telah ada sejak lama, namun aturan tersebut baru kami angkat kembali saat ini. Yang jelas kami akan selesaikan persoalan ini dengan cara memanggil seluruh orang tua siswa,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Sawangan Kompol Saderi yang turun langsung ke lokasi mengungkapkan hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian dari pihak sekolah. ”Jika pihak sekolah melaporkan ini kepada kami, maka akan kami tindak lanjuti. Namun informasinya hal itu akan diselesaikan secara internal sekolah,” tutur Saderi. @van

 2,353 total views

LEAVE A REPLY