Jalan Margonda Ditata, Proyek KKN Yang Sebabkan Kemacetan Parah Tak Terhindarkan

0
212

Jalan Margonda Ditata, Proyek KKN Yang Sebabkan Kemacetan Parah Tak Terhindarkan

depoktren.com-Penataan jalan utama Kota Depok, Jalan Margonda Raya berdampak pada kemacetan parah, palagi pelaksanaan pembangunannya tidak melakjukan sosialisasi kepada masyarakat, baik masyarakat pemilik bangunan toko, maupun usaha lainnya serta juga kurang sosialisasi bagi pengunan jalan.

”Tidak ada sosialisasi, penkerjaan proyek ini juga menyebabkan terganggunya usaha dan bisnis kami. Banyak usaha dan bsinis ditutup karena jalan dan saluran yang digali menyebabkan aksesnya menutupi toko dan ruko tempat usaha kami,” ujar Boy, pemilik usaha showroom mobil di Margonda, Selasa (12/11).

Menurut Boy, berkat pembangunan saluran dan jalan ini, menyebabkan usaha dan bsinis merugi, karena tidak ada konsumen yang mau datang. ”Jelas kami merugi dan usaha jadi sepi konsumen,” tegas Boy.

Saiful, pengguna kendaraan juga mengatakan proyek bernilai 28 miliar itu diperparah lagi dengan tumpukan-tumpukan tanah merah yang menyebabkan jalan menjadi kotor dan licin. ”Ini sangat membahayakan para pejalan kaki dan penguna kendaraan bermotor,” ungkapnya.

Apalagi, lanjutnya, suasana jalan Margonda semakin berantakan dengan juga ada pembangunan renovasi separator taman Margonda. ”Kayaknya Pemkot Depok tidak punya perencana yang baik dalam penataan jalan Margonda. Buat apa juga direnovasi separator taman Margonda, dulu dikerjakan sekarang dibongkar lagi,” ungkap Syaiful yang mengungkapkan lagi dan biang penyebab kemacetan yakni juga adanya pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO).

”Pembangunannya serentak, dimusim hujan dan akhir tahun, ya berantakanlah lah, korbannya masyarakat yang terpaksa ber macet-macet ria. Pemkot tidak becus dalam perencanaan pembangunan,” tegas Syaiful yang mencurigai proyek penataan jalan Margonda ini penuh dengan KKN, mark up dana dan merupakan proyek pencitraan Walikota Nur Mahmudi Ismai.

Sementara itu, Pemerintah Kota Depok beralasan fokus melakukan penataan Jalan Raya Margonda Depok dengan melakukan beberapa pembangunan agar warga nyaman menggunakan jalan yang sering disebut sebagai Jantung Kota Depok tersebut. Penyempurnaannya saat ini adalah melanjutkan proses pembangunan median separator jalan menjadi taman.

“Pembangunan taman separator ini sempat dilakukan di depan Balaikota dua tahun lalu, kemudian tahun lalu Ramanda sampai Jalan Juanda, dan untuk tahun ini dari Jalan Juanda ke UI untuk penyempurnaan taman dengan lebar dua meter,” ujar Walikota Depok Nur Mahmudi Ismai’l.

Hal kedua adalah perbaikan drainase di sepanjang jalan, hal ini untuk menghindari terjadinya banjir. Selain itu nantinya penggalian jalan tidak hanya untuk perbaikan drainase, namun juga untuk pembuatan utility box. Utility box adalah penyediaan sarana lubang untuk kepentingan utilitas, baik itu untuk listrik, pipa air dan kabel komunikasi.

”Pembuatan utility box tersebut diharapkan agar pihak-pihak yang berkecimpung di tiga bidang itu tidak lagi menggali jalan margonda lagi. Selain itu, hal ini adalah sesuatu yang kita perlukan sebagai bagian dari kesempurnaan kota modern, jadi kita harapkan jalan Margonda bisa kita sempurnakan dengan menyediakan utiliti box itu,” jelas Nur.

Jalanan pun nantinya akan diaspal Hotmix agar lebih halus dan rapih. Pengaspaan ini akan dilakukan karena menurut Nur sudah banyak yang memberi masukan dari pemerintah pusat bahwa Margonda tidak layak menjadi jalan pusat kota dan disarankan untuk mengaspal dengan hotmix dan mengoverlay jalan Margonda.

Nur juga menjelaskan bahwa pihak Pemkot akan menertibkan semua bangunan yang ada di Margonda untuk mundur 10 meter ke belakang dari sepadan bangunan, agar mereka mempunyai lahan parkir sendiri. Hal ini menjadi isyarat dan tanda moderinasi dan perbaikan bisnis di Kota Depok.

”Semua pihak yang terlibat perlu melakukan ketertiban bersama-sama, bangunan sepanjang Margonda ini harus mundur 10 meter. Hal ini sudah kami rancang dan sosialisasikan sejak 2011 dan mereka pun memahami. Pokoknya udah tidak ada lagi yang menggunakan jalan untuk parkir,” tutup Nur. @nov/Rysko/Diskominfo)

 464 total views

LEAVE A REPLY