Soal Banjir Jakarta, Ahok Jangan Arogan Salahin Depok

0
280
Kadis Tarkim Depok, Wijayanto (kana) sedang berbincang dengan Kasie Tarkim, Farid (kiri)

depoktren.com-Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Kota Depok, Wijayanto geram dengan pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut Depok biang kerok banjir di Jakarta karena disebabkan pengelolaan ijin tata ruang tanpa memperhatikan analisa dampak lingkungan (AMDAL) dan tanpa memperhatikan ruang terbuka hijau (RTH).

Bahkan Ahok menuding Pemkot Depok tidak memiliki konsep yang jelas dalam pemberian ijin mendirikan bangunan (IMB) dan itu juga akibat dari pengelolaan ijin yang terindikasi korup. ”Kami meminta Ahok tidak mengurusi daerah lain. Ahok jangan arogan menyalahkan Depok biang kerok penyebab banjir di Jakarta. Ahok urus Jakarta saja,” ujar Wijayanto saat menghubungi depoktren.com, Sabtu (16/11).

Wijayanto menegaskan sebaiknya Ahok konsen menangani banjir di Jakarta. ”Artinya, tidak usah urusin orang lain, urusin diri sendiri saja. Jangan sok lah. Mana? Ahok sudah berbuat belum? Terserah Ahok menuding Depok penyebab banjir, tanya saja masyarakat apa benar seperti itu. Saya yakin masyarakat Depok pasti tersinggung,” tegasnya yang sangat menyesalkan pernyataan Ahok yang tidak mendasar dan menyakiti masyarakat Depok.

Dijelaskan Wijayanto, pihaknya telah memperketat perizinan kepada para pengusaha dan pengembang permukiman sesuai aturan, meliputi izin lingkungan, AMDAL, peel banjir alias peta lokasi banjir.

”Pasti kami wajibkan sesuai aturan. Bukannya tersinggung, tetapi lalu buat apa saling menyalahkan, kan tidak etis dong. Kerja dululah, ngapain menyalahkan orang. Daerah orang diurusin. Kalau Ahok tidak mampu dan tidak becus mengatasi banjir di Jakarta, saya saja yang jadi gubernur Jakarta,” tutur Wijayanto.

Namun, Wijayanto menegaskan bahwa Pemkot Depok siap kordinasi dan bekerja sama secara terbuka dengan pemerintah DKI Jakarta untuk mengatasi banjir. Salah satunya dengan mengeruk 26 situ di Depok.

”Yang saya maksud kerjasama. Kita kan dana terbatas, bagi dong kita dananya. Kita betulin tuh situ. Selama ini kan badan koordinasi di bawah BKSP, harusnya DKI Jakarta koordinasi dengan Depok. Sebab 20 situ masing-masing Rp1 miliar untuk dikeruk setiap tahun, 6 juta kubik air bisa kita tahan sebelum mengalir ke Jakarta,” pungkas Wijayanto. @rus

 625 total views

LEAVE A REPLY