Perseteruan Al-El dan Farhat Abbas Sebuah Panggung Isu Negatif

0
242

depoktren.com-Merasa tak senang ayahnya terus diserang di media sosial oleh Farhat Abbas soal tabrakan maut yang melibatkan Abdul Qadir Jaelani (Dul) dengan tujuh orang korban tewas, Al dan El bereaksi keras. Tidak tanggung-tanggung, putera pertama dan kedua pemilik Republik Cinta Management ini menantang suami Nia Daniati untuk bertarung di ring tinju.

Menanggapi perseteruan Farhat Abbas dengan dua remaja tersebut, psikolog UI, Diennaryati Tjokrosuprihatono, mengemukakan pendapatnya bahwa Media Sosial sebagai ruang publik sebaiknya dimanfaatkan untuk diskusi atau melempar pernyataan yang positif.

”Namanya Sosial Media, berarti seluruh publik dapat membaca dan berkomentar. Sehingga kita harus siap menerima komentar apapun di sosial media. Kita tidak dapat mengekang pendapat orang lain,” kata Diennaryati, di Jakarta, Senin (25/11).

Diennaryati, menambahkan bahwa perbedaan dunia lisan dan tulisan seperti di sosial media ialah pada intonasinya. Di mana dalam diskusi tulisan, kita tidak dapat menangkap emosi atau intonasi yang disampaikan oleh seseorang.

”Di dalam perbincangan di sosial media, semua orang menggunakan persepsinya masing-masing ketika membaca sebuah teks. Yang bisa jadi, bila didengar langsung secara lisan, maksudnya berbeda dengan apa yang dituliskan,” terangnya.

Diennaryati mengingatkan bahwa komentar-komentar positif dan legatif sangat mungkin ditanggapi secara negatif. ”Sangat sedikit pengguna sosial media, yang merespon isu secara positif. Lebih banyak yang akan memberikan pernyataan yang justru akan mempertajam konflik. Jarang sekali ada individu yang berkomentar untuk menenangkan suasana. Hal ini dapat berbahaya, karena dapat berujung pada kasus hukum, ganguan emosi dan sebagainya,” pungkasnya. @nov

 615 total views

LEAVE A REPLY