Mengenal Berbagai Emboli, “Si Pencabut Nyawa” Ibu Usai Melahirkan

0
325

depoktren.com-Udara bukan satu-satunya penyebab gelembung yang berisiko menghambat asupan oksigen pada tubuh melalui darah. Emboli juga bisa disebabkan air ketuban dan lemak, dengan peluang hidup ibu yang sama rendahnya. Emboli akibat air ketuban, walau sedikit, bisa menimbulkan reaksi alergi yang mengancam nyawa ibu.

“Kasus emboli sangat jarang terjadi. Di Amerika kasus ini memiliki pervelensi 1 dari 80 ribu-100 ribu. Hampir 90 persen ibu yang mengalami emboli akan berakhir dengan kematian, walau pertolongan sudah dilakukan selekas mungkin,” kata spesialis kebidanan dan kandungan dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, dr Andon Hestiantoro, SpOG (K).

Lebih lanjut Andon menjelaskan, peluang hidup ibu yang mengalami emboli hanya 5 persen. Kendati begitu, hampir 75 persen ibu yang hidup mengalami cacat seumur hidup atau stroke.

Meski begitu, Andon mengatakan, emboli dapat dihindari. “Sedapat mungkin lakukan proses kelahiran normal. Makin sedikit pembuluh darah yang luka atau sobek, semakin kecil risiko menderita emboli. Dalam operasi, pembuluh darah yang luka sangat banyak sehingga peluang terjadinya emboli semakin besar,” ujarnya. (Rosmha Widiyani/kompas.com)

Tentu saja untuk menjalani proses kelahiran normal, ibu hamil harus rajin memeriksakan kandungan. Frekuensi menjadi makin sering saat sudah mendekati hari perkiraan kelahiran (HPL), sedikitnya seminggu sekali.

Selajutnya, konsultasikan dengan dokter kandungan proses kelahiran apa yang sebaiknya dijalani, tentunya dengan memperhitungkan, antara lain, ukuran panggul ibu dan lingkar kepala bayi. @kompas.com/ Rosmha Widiyani

 562 total views

LEAVE A REPLY