Pendiri Sanggar Wayang Daun, Zak Sorga : Yang Paling Gigih dan Sabarlah Yang Menjadi Pemenang

0
603

depoktren.com-Cinta kan membuatmu tak berhenti bekerja Fikiran dan ide-idemu akan terus bergerak Meniti sampai puncak atau Terserak. ”Hal yang paling menakutkan adalah jika saat kita meninggal ternyata …. fikiran kita, hati kita, cita-cita kita, perasaan cinta kita masih di dunia,” kata pengiat seni, Zak Sorga yang juga pengagas sanggar Wayang Daun di rumahnya diJl.Karya Bakti, Gg.jerah no.20A, Tanah Baru–Beji, Depok, Jawa Barat (Jabar).

Hhhmmm …. mendengar kata wayang rasanya sudah tidak asing ya , mengutip dari wiki pedia : “Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Selain itu beberapa daerah seperti Sumatera danSemenanjung Malaya juga memiliki beberapa budaya wayang yang terpengaruh oleh kebudayaan Jawa dan Hindu.

UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity)”

Masih menurut Wikipedia , wayang dikategorikan menurut bahan pembuatannya adalah sebagai berikut :
Wayang kulit, Wayang kayu, Wayang orang dan Wayang rumput (suket)

Mungkin agak lucu kalau dikategorikan bahan pembuatannya , wayang kulit , wayang kayu dan wayang rumput memang dibuat dari bahan bahan tersebut …. lalu wayang orang ??? apakah bahan pembuatannya dari orang / manusia ??? , hehehe …. tentu saja tidak ya , hanya saja bahasa nya menjadi aneh.

”Ada satu jenis bahan lagi yang bisa digunakan untuk membuat wayang , yaitu DAUN … daun apa saja bisa di bentuk untuk membuat sebuah wayang,” ungkap pemilik nama lengkap Zakaria Sorga ini.

Menurut Zak Sorga,  penggagas sekaligus dalang dari wayang Daun. Wayang daun memiliki beberapa keunikan antara lain : Setiap karakter wayang bisa dipakai untuk aneka karakter yang sesuai dengan kebutuhan cerita yang di pertunjukkan. Tidak ada pakem yang baku , wayang A hari ini bisa menjadi Ksatria dicerita yang satu , besok Wayang A bisa menjadi Penjahat di cerita yang lain.

Audiens dari wayang daun adalah anak-anak, menurut beliau yang paling penting untuk anak-anak adalah kesan , dalam pertunjukan wayang pasti ada kesan yang ditangkap walaupun belum difahami maknanya. ”saya itu nonton wayang dari kecil, tapi baru mengerti dan faham maknanya setelah lulus kuliah,” terang Zak Sorga yang mengajak anak-anak untuk encintai seni lewat sanggar Wayang Daun dan terbuka juga untuk umum setiap hari Sabtu jam 16.00 WIB. ”Kalau mau ikutan, gratis,” tegasnya.

Beliau berusaha menyampaikan kisah perjuangan para sahabat Nabi Muhammad SAW kepada anak-anak, karena kekhawatiran beliau terhadap generasi muda dimasa datang jika tidak memiliki karakter yang kuat. Harus dibedakan pula antara ber kisah dengan mendongeng, karena berkisah adalah menyampaikan hal yang sebenarnya sementara mendongeng adalah mengajak anak-anak untuk berimajinasi (beda ya masa ada dongeng para sahabat Rasul?).

”Sama saja kita mengajak anak-anak berkhayal tentang kepahlawanan sahabat Rasul, sama aja seperti kita menceritakan Timun Mas dan Raksasa atau kancil dan Buaya atau dongeng Superman dan Batman. Akan selalu ada karakter wayang baru (baru dibuat saat akan mentas pun bisa)  jika sesuai dengan  kebutuhan cerita,” tutur sutradara teater dan film televisi, menyelesaikan kuliah keaktorannya di Institut Kesenian Jakarta.

Zak Sorga, juga pernah mendirikan Teater Kanvas dan tahun 1991, 1992, 1993 berturut-turut menjadi pemenang Sutradara Terbaik dalam Festival Teater Jakarta. Menyutradarai lebih dari 30 buah naskah drama yang dipentaskannya di Tamain Ismail Marzuki (TIM), Gedung Kesenian Jakarta, kampus-kampus dan Taman Budaya-Taman Budaya di seluruh Indonesia.

18 naskah drama yang pernah ditulisnya antara lain STASIUN KUBUR-KUBUR (1985), ALJABAR (1987), REUNI ORANG ORANG (1991), BERBIAK DALAM ASBAK (1992), KONSPIRASI (1996), REVOLUSI BURUNG (1997), MELAWAN ARUS SEPATU (1999), PEMILU DI DESA GANDUL (sebagai wakil Indonesia dalam Festival Seni Enam Negara th 2004/2005 di GKJ), PENGHUNI KAPAL SELAM (2008). FTV Ramadahan berjudul DA’I (SCTV), RUMAH SEBELAH (SCTV, ATAS NAMA CINTA (SCTV). PENGGEMAR UTAMA (LATV), CERMIN (LATV), GAYA-GAYA TANTE ERNA (LATV), ANAKKU TERSAYANG (LATV) adalah beberapa diantara Film Televisi yang pernah di sutradarainya.

Sepanjang karirnya Zak Sorga juga telah menulis lebih dari 100 skenario tv yang sudah ditayangkan di RCTI, SCTV, LATV, TRANS TV dan TPI. Program-program yang popular diantaranya FTV RAMADHAN Produksi Prima tayang di SCTV, RAHASIA ILAHI 1 & 2 (40 Episode) Produksi KEP tayang di TPI, JALAN KEBENARAN (13 episode) Produksi KEP tayang di RCTI, KOMEDI 5 SANTRI (6 episode) Produksi KEP tayang di TPI, SINETRON SERIAL DA’I CILIK (13 episode) Produksi PT. AUVIKOMUNIKASI MEDIAPRIMA tayang di LATV.

Beberapa buku yang sudah ditulisnya antara lain 5 TEROBOSAN MENJADI ARTIS (2007) Penerbit: Majelis Budaya Rakyat Jakarta, SAHABAT NABI SAHABAT REMAJA 1 (2008) Penerbit: JPRMI (Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia), SAHABAT NABI SAHABAT REMAJA 2 (2008) Penerbit: JPRMI. Kini Zak Sorga tinggal di Tanah Baru, Beji – Depok dengan seorang istri (Sri Maryatun) dan 6 orang anak. @rus

 1,480 total views

LEAVE A REPLY