Aksi Mogok Dokter, Beberapa RS di Depok Tidak Layani Operasi

0
226

depoktren.com-Ratusan dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok melakukan unjuk rasa sebagai bentuk solidaritas terhadap dijatuhkannya hukuman oleh Mahkamah Agung (MA) atas malpraktik yang dilakukan tiga dokter kandungan dr. Dewa Ayu Sasiary Prawani, SpOG, dr Hendry Simanjuntak, SpOG, dan dr. Hendy Siagian, SpOG di RS Manado, Sulawasi Utara, yang mendapat hukuman 10 bulan penjara terkait kasus meninggalnya pasien bernama Siska Makatey.

”Aksi mogok yang dilakukan para dokter, semua rumah sakit tidak melayani tindakan operasi.
Namun, rumah sakit tetap buka layanan Unit Gawat Darurat (UGD). Emergency tetap kita buka karena unsur kemanusiaan saja,” ujar dr. Wendy, dokter umum RS Ibu dan Anak As-Syifa Depok, Rabu (27/11).

Menurutnya, UGD tetap dibuka untuk jaga-jaga bila ada pasien yang kecelakaan atau yang butuh penanganan segera. Hanya saja kalau ada tindakan lanjut misalnya operasi, pihak rumah sakit tidak bisa melakukannya lantaran dokter spesialisnya tidak ada.

”Kita terpaksa hanya bisa melakukan tindakan penyelamatan pertama saja. Kalaupun mau dirujuk ke rumah sakit lain, tidak bisa karena semua rumah sakit hari ini tidak melayani pasien operasi,” terang dr Wendy.

Namun, berdasarkan pemantauan, tiga rumah sakit di Depok tetap membuka layanan Unit Gawat Darurat (UGD), yakni RS Puri Cinere, RS Ibu dan Anak As-Syifa dan RSUD Depok. @nur

 479 total views

LEAVE A REPLY