Nur Mahmudi Arogan Tolak Niat Baik Jokowi Yang Ingin Membangun Waduk Cegah Banjir Jakarta

1
220

depoktren.com-Jakarta-Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dianggap sombong dan arogan dengan  menolak tawaran Pemprov DKI Jakarta yang berniat membeli lahan di Depok untuk dijadikan waduk.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengimbau daerah yang berdekatan sebaiknya bisa saling bekerjasama. ”Semua daerah itu bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ya ikutilah aturannya dan saling bekerjasamalah,” ujar Jokowi usai menghadiri Diskusi Publik di Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa (26/11).

Menurut Jokowi, salah satu untuk upaya mengantisipasi agar Ibukota Negara Jakarta tidak lagi banjir, harus ada kerjasama yang baik dengan daerah-daerah seperti Depok, Bekasi, Tangsel dan Tangerang serta Bogor sebagai daerah resepan air yang merupakan terasnya Jakarta. ”Saling bantulah, toh Jakarta itu ibukota negara milik seluruh rakyat Indonesia, apalagi sebagian besar daerah-daerah tersebut warganya bekerja di Jakarta,” harapnya.

Namun, walaupun Nur Mahmudi tidak mendukung, Jokowi tetap akan mengkaji lebih jauh lagi terkait dengan penawaran yang dilakukannya. ”Nanti dilihat dulu lahannya untuk dijadikan waduk. Kalau waduk ada kan Pemerintah kota (Pemkot) Depok bisa memanfaatkannya untuk hal yang lain seperti untuk pariwisata dan penghijaun.  kata Jokowi.

Jokowi mengatakan daerah yang berdampingan itu sebaiknya saling bekerjasama untuk dalam mengatasi permasalahan kota, terutama dalam mengatasi masalah besar, seperti masalah banjir, transportasi, tenaga kerja dan pariwisata.

”Tetapi jangan kerjasama yang parsial dan harus segera dilakukan. Jangan kerja yang kecil-kecil saja dan terlalu gampang memberi ijin pembangunan tanpa memperhatikan amdal lingkungan. Ini tanggungjawab generasi saat ini untuk memikirkan masa depan anak cucu kita nantinya,” tuturnya yang berhasil menormalisasi waduk Pluit yang sekarang menjadi tempat wisata yang asri.

Jokowi juga menegaskan, Pemkot Depok jangan hanya ‘ngemis’ dana dari Pemrov DKI Jakarta tapi tidak berbuat sesuatu. Setiap tahun Pemprov DKI Jakarta mengucurkan dana Rp 5 miliar. Tahun ini Pemprov DKI Jakarta siap menambah dana terutama digunakan untuk melakukan normalisasi Kali Ciliwung, kali-kali irigasi dan setu-setu yang masih ada.

”Saya berharap Pemkot Depok dapat mengembalikan setu-setu yang sudah diuruk para pengembang perumahan ke fungsinya sebagai tempat parkirnya air yang mengalir dari kali Ciliwung dari Puncak, Bogor,” harapannya.

Terkait dengan Bogor, Jokowi mengaku telah menghibahkan sejumlah dana ke Bogor. Dana tersebut digunakan untuk normalisasi kali dari puncak hulu yang mengalir ke Jakarta, terutama kali Ciliwung.

”Sudah, sudah kita berikan ke Bogor, sudah cair. Dari APBD,” ungkapnya yang menambahkan, data yang dimiliki kali Ciliwung itu berkelok-kelok, tidak lurus. ”Saya sudah survei menelusuri kali Ciliwung,” tegasnya.

Nur Mahmudi sebelumnya menolak tawaran dari Pemprov DKI Jakarta yang akan membeli lahan di Depok untuk dijadikan waduk sebagai upaya penanggulangan banjir. Nur Mahmudi meminta agar pimpinan Pemprov DKIJakarta  mengurus wilayah DKI Jakarta saja jangan mengurusi daerah orang lain. ”Urus saja urusan masing-masing. Tidak perlu saya komentari,” ucap Nur Mahmudi sombong, beberapa waktu lalu. @yen

 704 total views

1 COMMENT

  1. Desfandri Madjid : Walikotanya selalu cengegesan sih… sehingga ga bisa berbuat apa apa, membantu upaya penanggulangan baniir pun dia ga mau…..dulu kok bisa jadi menteri ya ?????

LEAVE A REPLY