Bliher Sitorus, Kontraktor SMKN 3 Depok Jadi Tersangka

1
578

depoktren.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok telah menetapkan status tersangka terhadap Bliher Sitorus sebagai kontraktor pembangunan gedung SMK Negeri 3, Cimanggis, Depok.

”Kami telah menetapkan Bliher Sitorus sebagai tersangka. Bliher tidak mengembalikan uang negara yang bersumber dari APBD Depok tahun 2012,” tegas Kasi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Depok, Hendri Susanto, di Kejari Depok, Jumat (29/11).

Menurut Hendri, Bliher terbukti telah menerima uang muka pembangunan SMK Negeri 3 di Jl. Petumbak, kelurahan Harjamukti, Cimanggis, Depok sebesar Rp 232.800.000. Namun, saat pelaksanaan pembangunan ternyata lahan masih dalam garapan dan sampai batas akhir belum bisa di bangun.  Meski tidak bisa membangun dan melewati batas akhir, tersangka tidak mengembalikan uang APBD tersebut.

”Bliher tidak mengembalikan uangnya ke kas daerah. Bahkan, sebelumnya telah kita layangkan surat pemanggilan berkali-kali, namun tidak diindahkan sampai waktu dekat ini. Maka, dengan bukti-bukti yang nyata ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, terbukti ada juga unsur  pemalsuan tanda tangan untuk pengajuan uang muka pembangunan proyek gedung sekolah tersebut,” jelas Hendri.

Dituturkan, Hendri, mulanya  pada 2012 Dinas Pendidikan Kota Depok melakukan lelang pembangunan USB SMKN 3 Cimanggis dimenangkan CV Bunda Kasih dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,164 Milyar dan Sahrul Janlindung sebagai Direkturnya. Selanjutnya, oleh Sahrul dikuasa direksikan pada Bliher. Namun, surat kuasa direksi tersebut tidak pernah diberikan pada Dinas Pendidikan Kota Depok.

Hendri menambahkan, pada 13 September 2012 dibuatlah surat perjanjian dengan  Nomor: 02/PPK/SP-USBSMKN3/Disdik/IX/2012. Dengan perjanjian pengerjaan proyek pembangunan mulai 13 Sepetember 2012 hingga 26 Desember 2012. Parahnya, tanda tangan perjanjian palsu atau bukan atas  nama direktur Sahrul Jalindung dan diketahui atas perintah Bliher.

”Akhirnya mengajukan surat pencairan uang muka, dengan nomor: 01/Dir/CV.BK/Pembangunan Unit Sekolah Baru SMKN3/Disdik/IX/ 2012. Pada 8 September 2012 cairlah anggaran Rp 232.800.000 dan masuk ke rekening Biher Sitorus. Ternyata, setelah menerima uang, lahannya masih sengketa dengan Pemkot Depok dan tidak bisa dibangun,” papar Hendri.

Ditegaskan Hendri, Bliher melanggar Peraturan Presiden NO. 70 tahun 2012 tentang pengadaan jasa Pemerintah, pada pasal 86 ayat 6 menjelaskan bahwa proyek tidak boleh dilakukan kuasa direksikan. Selain itu, perjanjian kontrak kerja dan pengajuan uang muka dengan tanda tangan palsu dan Negara dirugiikan sebesar Rp 232.800.000.

Atas tindakannya itu, tersangka Bliher melanggar UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pasal 2 ayat 1 dengan ancaman penjara minimal empat tahun, maksimal 20 tahun atau seumur hidup, denda Rp 200 juta sampai maksimal Rp 1 milyar. Selain itu, Bliher terbukti melanggar UU Tipikor pasal 3 dengan ancaman penjara minimal satu tahun, maksimal 20 tahun atau seumur hidup, denda Rp 50 juta sampai dengan Rp 1 milyar.

Informasi di lapangan, saat ini tanah yang akan dijadikan bangunan SMK Negeri 3, Cimanggis, Depok masih dalam kondisi semerawut dan dipenuhi alang-alang atau belum ada bangunan sama sekali. @rizky

 1,168 total views

1 COMMENT

LEAVE A REPLY