Proyek Dikerjakan Serentak, Margonda Semerawut & Macet

0
144

depoktren.com-Proyek pembangunan dikerjakan serentak sebabkan jalan Margonda Raya Depok semerawut dan menimbulkan kemacetan lalulintas yang cukup parah. Hal itu dikeluhkan masyarakat yang banyak mempertanyakan perencanaan pembangunan yang amburadul dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, terutama soal pembangunan yang dikerjakan bersamaan diakhir tahun dan dikala musim penghujan.

Beberapa proyek tersebut yakni, proyek penataan jalan Margonda Raya yang dikerjakan PT. Sartona Agung dengan nilai anggaran Rp 28 miliar. Lalu proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di tiga titik yakni di depan Balai Kota Depok, Terminal Depok, Apartemen Margonda Recidence yang dikerjakan PT Inti Bendungan Rejeki senilai Rp 4 miliar. Selanjutnya proyek penataan taman seperator segmen III dari pertigaan Jalan Juanda hingga Margo City dengan anggaran lebih dari Rp 1,6 miliar yang dikerjakan oleh CV Putra Pede.

Ketua DPRD Depok, Rintis Yanto mengkritisi kebijakan pelaksanaan proyek pembangunan penataan jalan Margonda karena pengerjaan proyek hanya membuang anggaran saja. Sebelumnya, Jalan Margonda sudah dilebarkan menjadi sekitar 25 meter. Ke depan, jalan tersebut akan dilebarkan menjadi 32 meter sesuai dengan master plan.

”Penataan Margonda tidak dirasakan masyarakat. Ini sama saja dengan inefisiensi anggaran karena dana yang digunakan tidak sedikit,” kata Rintis. Seperti diketahui pengerjaan tahap pertama pada 2012 menelan anggaran sekitar Rp 42 miliar.

Menurut Rintis, masyarakat tidak menikmati hasil dari pelebaran tahap pertama. Padahal, pelebaran itu digadang akan mengatasi kemacetan di jalan itu. Saat ini, hasil dari pelebaran justru digunakan untuk parkir liar.

Rintis mengatakan, ada banyak kesalahan konsep yang dilakukan Pemkot Depok dan pesimis pembenahan Jalan Margonda dapat selesai tepat waktu karena dikerjakan di akhir tahun anggaran dan menduga pengerjaan dilakukan tidak sesuai prosedur karena hanya mengejar target waktu.

Menurut seorang warga bernama Gatot (40) yang sehari hari melintasi Jalan Margonda, proyek pembangunan penataan Jalan Margonda itu sangat tidak bermanfaat dikerjakan asal-asalan yang menyebabkan semakin semerawut dan macet.

Kepala Bidang Jalan Raya dan Jembatan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BIMASDA) Kota Depok, Roni Ghufroni mengatakan karena menjadi sendi perekonomian, Jalan Margonda kerap macet. Perbandingan volume kenderaan dengan kapasitas jalan (visi rasio) di Jalan Margonda Raya adalah 0,9 persen. Hal itu lebih tinggi dari ambang kapasitas jalan yang hanya berada di bawah 0,7 persen. Pada pukul 07.00-08.00 WIB, volume kendaraan yang melaju di jalan ini sebanyak 6.099 satuan mobil penumpang (SMP). Sementara pada pukul 15.00 hingga 22.00 WIB, jumlahnya naik menjadi 7.045 SPM per jam.

”Untuk itu diharapkan dengan dilakukan pembangunan penataan Jalan Margonda Raya akan dapat mengatasi kemacetan dan mengatasi banjir saat setiap hujan lebat datang,” jelas Roni.

Jalan Margonda sebagai jalan utama Kota Depok saat ini, saat hujan lebat selalu banjir hingga sekitar 15 sentimeter, yang terparah terjadi di depan Terminal Terpadu Depok dan depan SPBU 34-16406. @nin

 380 total views

LEAVE A REPLY