Sanksi Penjara dan Denda, Beri Uang ke Pengemis

0
634

depoktren.com-Ini peraturan yang mengada-ada dan kurang kerjaan. Ya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berencana membuat peraturan mengenai sanksi penjara dan denda bagi setiap orang yang memberikan uang kepada pengemis.

Pemkot Depok tengah mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) No. 16 tahun 2012 tentang pembinaan dan pengawasan ketertiban umum. Dalam Pasal 18-nya mengatur bahwa setiap orang atau badan dilarang meminta sumbangan dan atau mengemis dan atau mengamen di jalan, persimpangan lampu merah, di dalam angkutan umum, jembatan penyeberangan dan area perkantoran. Ditentukan pula, setiap orang atau badan dilarang memberikan sejumlah uang atau barang kepada peminta sumbangan atau pengemis dan atau pengamen.

Pelanggaran terhadap ketentuan itu, sebagaimana diatur dalam Pasal 29, diancam dengan pidana kurungan penjara selama-lamanya tiga bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 25 juta.

”Perda ini terus kami sosialisasikan, nanti Wali Kota juga akan turun langsung sebarkan poster, leaflet, lalu akan ditempel di angkot-angkot agar masyarakat tak memelihara pengemis, jangan diberi uang,” tegas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok, Diah Sadiah, Jumat (29/11).

Diah mengakui masih banyak pengemis yang menggelandang di Depok. Pantauan di lapangan, pengemis banyak berjejer di jembatan penghubung kampus Universitas Gunadarma menuju Universitas Indonesia (UI). Kemudian terdapat pula di bawah jembatan layang UI, serta di jembatan penyeberangan dan dipertigaan Ramandha serta pertigaan Margonda-Siliwangi.

”Kalau ada pengamen yang mengancam di angkot atau seperti memalak, bilang saja kalau saya memberi justru saya dipenjara, ini yang kita harus berikan penyadaran kepada masyarakat,” tutur Diah.

Namun, Perda sanksi penjara dan denda memberi uang ke pengemis mendapat tanggapan beragam masyarakat yang menganggap Pemkot Depok ‘kurang kerjaan’. ”Peraturan tersebut sudah mengada-ada. Memberi uang ke pengemis itu urusan pribadi, kesadaran sendiri kita niat ngasih atau ngga, asal pengemis itu tidak memaksa,” ujar Wahyu, warga Pitara, Depok.

Dalam kehidupan ada yang kaya ada yang miskin, untuk itu sesama manjusia harus saling membantu. ”Tidak ada orang yang mau jadi pengemis. Dalam agama kita yang mampu wajib membantu masyarakat yang tidak mampu, masa sih kita mau beramal dan berbuat baik dengan sesama justru dihukum, memangnya kita penjahat. Pemerintah yang bodoh yang menerapkan peraturan seperti ini. Kalau pengemis itu sudah menganggu ketertiban yang ditertibkan saja, itu kan memang tugas pemerintah,” tutur Tya, warga Pancoran Mas, Depok. @rizky

 897 total views

LEAVE A REPLY