Pro Kontra Pekan Kondom Nasional

0
418

depoktren.com-Kampanye Peringati Hari Aids se-Dunia diisi dengan gelaran Pekan Kondom Nasional (PKN). Namanya juga pekan berarti pelaksanaannya berlangsung selama sepekan yakni dari 1-7 Desember 2013. PKN digelar dalam rangka memperingati Hari Aids se Dunia yang diselenggarakan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerjasama dengan perusahaan kondom yang memproduksi kondom Sutra dan Fiesta yakni DKT Indonesia.

Pencanangan PKN diisi dengan beragam acara yang kegiatannya dipusatkan di Cilandak Town Square (Citos) Jakarta Selatan (Jaksel), sejak Ahad (1/12). ”Makanya pakai kondom jika tidak ingin tertular penyakit kelamin, virus HIV/AIDS,” ujar Syaiful, warga Depok, yang setuju dengan gelaran PKN untuk membrikan pendidikan akan bahaya seks bebas.

Pada cara PKN, DKT Indonesia yang memproduksi kondom Sutra dan Fiesta menyediakan board bertilisakan AIDS berukuran 3×2 meter yang disusun dari sejumlah kotak kondom yang tentunya berisi kondom. Pengunjung yang berminat dipersilakan untuk mengambil kotak-kotak kondom tersebut secara gratis.

Yang cukup menyita perhatian pengunjung Citos adalah sebuah bus yang terparkir berwarna merah yang merupakan ‘Bus Kondom Keliling’  bertuliskan Menuju Pekan Kondom Nasional 2013 bergambar bintang iklan kondom Sutra, Julia Perez (Jupe) berbusana merah yang seksi dengan gayanya yang sensual.

PKN bertujuan untuk kampanye memperingati Hari Aids s-Dunia yang jatuh setiap tanggal 1 Desember. ”Indonesia adalah salah satu negara di daerah Asia-Pasifik dengan pertumbuhan HIV dan AIDS yang besar. Maka dari itu salah satu cara pencegahannya adalah penggunaan kondom yang sangat dianjurkan. Tapi kami tidak membagi-bagikan kondom gratis,” ujar Pierre Frederick dari DKT Indonesia selaku Senior Brand Manager Sutra & Fiesta.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Tb Ace Hasan Syadzily menilai PKN sangat tidak edukatif. ”Kegiatan kampanye ini, justru lebih banyak menonjolkan aspek penggunaan kondomnya daripada unsur edukasi reproduksi dan pendidikan seks bagi masyarakat,” ujar Ace, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/12).

Menurut politisi Golkar ini, kampanye penggunaan kondom lebih banyak modaratnya daripada manfaatnya. ”Saya mengkhawatirkan kegiatan PKN tersebut justru mendorong permisvitas masyarakat, apalagi anak-anak muda, untuk menggunakan kondom sebagai alat kontrasepsi dan digunakan tanpa ikatan yang sah,” terang Ace.

Anggota komisi X DPR RI, Surahman Hidayat juga mengecam kegiatan PKN dengan melakukan sosialisasi pemakaian kondom kepada  masyarakat termasuk pelajar dan mahasiswa. ”secara tidak langsung ini mengajarkan kepada masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa, bahwa melakukan seks di luar pernikahan legal asal menggunakan kondom,” tegas Surahman.

Hal itu, lajut Ketua Dewan Syariah Pusat PKS ini akan berpotensi memicu perilaku seks bebas yang kontraproduktif. ”Kondomisasi berarti liberalisasi perzinahan yang akan mendatangkan kutukan Allah, dan hidup tidak berkah,” tegas Suratman yang mendukung berbagai upaya penanggulangan penyakit AIDS akibat seks bebas di luar pernikahan melalui pendidikan, dengan pendekatan moral dan agama.  tandasnya. @nur

 1,175 total views

LEAVE A REPLY