2014, Bisnis Properti di Depok Semakin Bersinar

0
269

depoktren.com-Salah satu peluang bisnis yang diperkirakan akan bersinar di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) pada 2014 mendatang yakni bisnis properti. Pertumbuhan ekonomi nasional yang terus membaik dan permintaan masyarakat yang semakin besar, membuat para pengembang properti semakin gencar memanfaatkan peluang pasar yang belakangan ini kian terbuka lebar.

Menurut Nasrulah, pengamat properti dari Universitas BSI, pada tahun 2012 hingga 2013 ini kebutuhan perumahan di Depok mengalami peningkatan yang cukup tajam hingga mencapai angka 30 ribu unit rumah per tahunnya, bahkan sedikitnya terdapat 140 ribu kepala keluarga atau sekitar 20 persen dari total keseluruhan kepala keluarga di Depok yang belum memiliki rumah pribadi.

Angka permintaan konsumen kelas atas yang didominasi dari sektor perhotelan, apartemen, perkantoran, ruko (rumah toko) serta rukan (rumah kantor) diperkirakan juga mengalami lonjakan cukup tinggi. Sehingga tidak heran bila siklus pergerakan peluang bisnis properti masih sangat menjanjikan dalam kurun waktu 5-7 tahun belakangan ini.

”Dengan adanya permintaan yang tinggi dari konsumen, maka kenaikan harga pun tidak bisa dipungkiri lagi,” kata Nasrulah.

Jika terjadi keseimbangan yang tinggi antara harga yang titawarkan penjual dengan yang bisa dibeli oleh calon konsumen, maka bisa dikatakan bahwa pasar properti disuatu daerah sudah mengalami bubble. ”Bahwasannya konsumen tidak sanggup membeli jika harga yang dipatokpenjual sangat tinggi, sedangkan permitaan semakin meningkat,” ujar Nasrulah.

Tetapi di daerah Depok sendiri belum bisa dikatakan mengalami bubble, karena karakteristik pasar properti di Depok pasti berbeda dengan pasar properti di daerah lainnya. ”Yang terjadi di Depok hanya bisa disebut sebagai over value. Buktinya pasar properti yang melambat hanya pasar properti menengah atas, seperti apartemen dan sewa perkantoran saja,” terang Nasuralah.

Adhi Rachdian, pakar ekonomi dan bisnis dari Universitas Indonesia (UI) mengatakan harga rumah di pasar sekunder dan properti level menengah bawah masih banyak penduduk lokal yang berminat karena harganya masih terjangkau. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah permintaan KPR, dimana 70 persen yang menggunakan adalah end user.

”Saat ini permintaan dari konsumen akan kebutuhan tempat tinggal semakin meningkat dan di Depok menyediakan banyak lahan untuk mereka yang ingin mempunyai tempat tingal. Mungkin bisnis ini akan mati jika lahan untuk tinggal di Depok sudah tidak ada atau habis,” tandas Ahdi. @nov

 718 total views

LEAVE A REPLY