Sombong, Pemkot Depok Engan Ajukan Proposal Penanganan Banjir Jakarta

0
141

depoktren.com-Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan pemerintah Kota (Pemkot) Depok tidak akan mengajukan proposal pengajuan penanganan banjir kepada DKI Jakarta. Alasannya, karena kewenangan banjir itu ada di Kementrian Pekerjaan Umum (KemenPU).

Selain itu, Nur Mahmudi juga mengaku belum mengetahui rencana Pemprov DKI Jakarta akan membeli lahan di Cimanggis untuk dijadikan waduk. ”Soal situ yang akan dibeli DKI Jakarta, saya belum dapat pemberitahuan dari Pemprov DKI. Kewenangan ini adanya di KemenPU, semestinya bukan Pemda DKI yang melakukan itu, tapi KemenPU,” ujar Nur Mahmudi, Selasa (3/12).

Walikota menegaskan, Depok sudah cukup banyak memiliki Setu yaitu lebih dari 20 titik. Jadi, katanya, untuk penanganan banjir, Depok sudah melakukan banyak hal seperti pembuatan sumur imbuhan.
Menurut Nur Mahmudi, terkait tudingan Depok sebagai biang banjir kerok banjir di Jakarta. ”Bumi tak didesign tak dapat menyerap air secara keseluruhan. Teori gampangnya bumi kita memang tidak didesain menyerap seluruh air hujan, terutama di kawasan tropis, sehingga terpaksa harus ada sungai, keterpaksaan bumi menyerap air hujan. Jalan Margonda belum ada juga sudah terjadi sungai,” tuturnya.

Nur Mahmudi menegaskan upaya pembuatan sumur resapan dan sumur imbuhan diklaim mampu menahan sebagian limpasan air hujan sebelum sampai ke Jakarta. ”Banjir kanal itu yang penting, limpasan itu memang di setu–setu ditampung juga, tetapi tetap berakhir lari ke Kali Pesanggrahan, lari terus sampai Itu kami sudah ikhtiarkan pembuatan sumur resapan, sumur imbuhan, namun semua yang kita maksimalkan itu tetap enggak bisa nampung, tetap  meskipun setu diperdalam sampai bermeter-meter, tetap saja ada limpasan,” paparnya.

Berdasarkan dokumen RT/RW Kota Depok 2000-2010, terdapat 26 setu di Kota Depok. Sedangkan jika mengacu pada Perda No. 2 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah No 12 Tahun 2001 tentang RT/RW Depok Tahun 2000-2010, jumlah setu yang ada di Kota Depok berjumlah 30 setu. Sedangkan data Lembaga Konservasi Alam yang mengacu sejak jaman Belanda, ada 127 Setu-Setu di seluruh Kota Depok.

Pertanyaannya, kenapa saat ini cuma ada 20 setu yang tersisa, kemana setu-setu lainnya?. Lalu kenapa Jalan Margonda tak kala hujan lebat selalu banjir, dan Pemkot Depok tidak mampu mengatasinya? Apa hasilnya dari program sumur resapan dan sumur imbuhan itu, toh Jalan Margonda tetap saja banjir dan beberapa perumahan di Depok seperti di Kompleks Duta Cimanggis tiap tahun menjadi langganan banjir. Hanya Nur Mahmudi lah yang bisa menjawab itu. @van

 385 total views

LEAVE A REPLY