Arogan, Kontraktor Penataan Jalan Margonda Mengaku di “Backingi” Kapolri

0
291

depoktren.com-Polres kota Depok mengancam akan memanggil kontraktor proyek Penataan Jalan Margonda Raya, Depok senilai 28 milyar lantaran salah satu tiang telkom dibiarkan roboh dan dinilai membahayakan pengguna jalan. Tak hanya itu saja, polisi juga mempermasalahkan sisa galian tanah di sepanjang kawasan tersebut yang menyebabkan kesemerawutan dan kemacetan lalulintas.

Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polresta Depok, Komisaris Polisi Kristanto Yoga pada wartawan, Senin (2/12). “Seyogyanya dalam pengerjaan suatu bidang untuk kepentingan umum, harus memenuhi standar keselamatan kerja. Ekses pengerjaan, baik galian, bangunan maupun bongkaran harus tertata dengan baik sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitarnya,” ujar Kristanto.

Lebih lanjut Kristanto menambahkan, pihaknya akan mengusut kasus ini agar tidak terulang dikemudian hari. Namun demikian, Kristanto juga berharap ada peran serta Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menjaga dan memperhatikan kasus ini terutama soal pembangunan yang berdampak kemacetan lalulintas.

“Kami berpedoman pasal 275 UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), dimana pelanggaran-pelanggaran atau mengesampingkan aspek-aspek tersebut diatas dapat dikenakan sanksi.” tambah dia

Lantas apa jawaban pemborong kegiatan Penataan Jalan Margonda tersebut saat di konfirmasi tentang sikap dari pihak Kasatlantas Polres DEpok?, “Gue sudah telepon Kapolri Jenderal Sutarman, biar di ganti tuh Kasatlantas Kristianto Yoga. Emang dia siapa?,” tantang Gibson Nainggolan, selaku kontraktor dari PT. Sartona Agung, dengan menjawabnya enteng via sms saat dihubungi. @izky/sumber: Sang Gelombang dari FB

 695 total views

LEAVE A REPLY