Kronologis Seniman dan Dosen FIB UI, Sitok Srengenge Hamili Mahasiswinya

0
1064

depoktren.com-Inilah kronologis seniman dan dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI), Sitok Srengenge menghamili mahasiswinya. Mahasiswi FIB UI bernama RW (21) menjadi korban tidak bertanggungjawab sang dosen karena telah melakukan hubungan sex lalu hamil atau sebagai korban pemerkosaan secara halus dengan intimidasi mental oleh seorang seniman dan budayawan yang cukup ternama ini.

Karena tidak mau bertanggung jawab, keluarga RW melaporkan Sitok ke pihak kepolisian karena telah melakukan tindakan pelecehan seksual. Bagaimana kisah perkenalan RW dengan Sitok yang berujung pada perbuatan tidak senonoh ini yang menjebabkan RW hamil?.

Inilah kronologis kejadiannya. Pada Desember 2012, RW kenal dengan Sitok sebagai juri salah satu acara melalui hubungan kerja. Lalu Maret 2013, Sitok menghubungi korban yang pada saat itu tengah mengerjakan tugas akhir mengenai penelitiaan kebudayaan. Posisi Sitok sebagai seniman membuatnya berkomunikasi lagi dengan modus membantu pengerjaan tugas tersebut.

Sitok mengondisikan dengan berbagai alasan yang ternama sehingga pertemuan berlangsung di kos-kosan. Pada kesempatan itulah awalnya Sitok melakukan pelecehan seksual (secara rabaan) secara paksa terhadap korban. Perlu diketahui, korban dikenal sebagai perempuan baik-baik nan lugu yang bahkan belum pernah berpacaran.

RW juga memiliki trauma masa lalu yang membuatnya mudah terpuruk ketika mendapat tekanan. Ketika mendapatkan pelecehan seksual secara paksa, korban mengalami ketakutan dan trauma yang sangat dalam.

Setelah kejadian, Sitok kembali menghubungi korban. Meski tidak dibalas, tetapi Sitok terus menerus melakukan “teror”. Korban yang sedang dalam kondisi terpuruk tidak punya pilihan selain berusaha untuk mengakhiri dengan bertemu langsung.

Namun, dalam kesempatan tersebut pelecehan seksual meningkat statusnya menjadi pemerkosaan dengan intimidasi mental. Setelah itu, pemerkosaan dilakukan berulangkali dengan modus yang sama (tekanan mental dan rayuan menjebak).

Beberapa bulan kemudian korban diketahui hamil 4 bulan. Dalam kondisi kebingungan dan hilang arah, korban bercerita kepada salah satu alumni yang juga teman dekatnya. Alumni dan beberapa orang teman selama tiga bulan berusaha menelusuri kejadian sebenarnya. Hal ini berjalan sulit karena trauma korban yang sangat dalam.

Belakangan diketahui bahwa korban sempat melakukan beberapa kali percobaan bunuh diri yang berakhir gagal. Sitok berkali-kali sulit dihubungi. Ketika dapat dihubungi, jawaban dari Sitok kira-kira adalah permintaan diam dan larangan menyebarkan informasi karena akan merusak nama baik Sitok.

Keluarga korban baru melaporkan saat ini setelah hamil 7 bulan karena korban mengalami trauma yang sangat dalam. Korban hampir tidak dapat berkomunikasi dengan baik karena keadaan psikologis yang sudah lemah sejak awal. Korban baru dapat bercerita setelah dorongan selama tiga bulan dari teman dan keluarga. @ris

 1,969 total views

LEAVE A REPLY