Masih Lemah, Pemberdayaan Terhadap Pelaku Usaha Mikro

0
431

depoktren.com-masih lemah, pemberdayaan terhadap pelaku usaha mikro di Kota Depok. Terutama dalam memberikan pendampingan, pembinaan untuk permodalan sehingga tidak sedikit pelaku usaha kecil terjerat rentenir.

Demikian dikatakan Ketua LSM Mitra Pembangunan (Mipet), H Tuyono kepada wartawan, Rabu (4/11). ”Saat ini pelaku usaha mikro kecil kesulitan dalam permodalan. Sementara, akses menuju dunia perbankan dalam mengajukan kredit mengalami kesulitan. Pelaku UKM, usaha mikro kecil belum tersentuh dalam pembinaan kucuran dana. Untuk itu, kita dorong agar Pemkot mendirikan Badan Usaha Milik Daerah Bank Perkreditan Rakyat (BUMD BPR),” ujar Tuyono.

Nantinya, kata Tuyono,  keberadaan BUMD BPR berfungsi memberdayakan secara riil dalam sektor modal bagi pelaku usaha mikro. Salah satu konsepnya, pelaku usaha kecil bisa mengajukan kredit melalui rekomendasi dari Dinas Pasar, Koperasi dan UKM Depok.

”Sistem kerjanya secara profesional perbankan atau  masyarakat biasa mengenal BMT. Kalau dananya kan bisa dari APBD yang sifatnya dana stimulan. Selain itu, ditambah dana penyertaan dari Bank Jabar Banten (BJB),” terangnya.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Depok Mustopa mendukung pendirian BUMD BPR. Menurutnya, pelaku usaha kecil kurang bankabel. Pasalnya, pengetahuan dalam dunia perbankan masih lemah. Mulai dari agunan, laporan keuangan dan lainnya butuh pendampingan.
Terlebih lagi, bisa memangkas prosedur syarat meminjamkan modal.

”Memang, selama ini ada program seperti: KUR,  kredit cinta rakyat dirasakan bunganya masih tinggi,” terang Mustopa.

Ketua Asosiasi UKM Depok, Santoso mengatakan pendampingan pada sektor keuangan bagi pelaku usaha kecil masih lemah. ”Kalau fungsi BUMD  BPR bisa mengatasi masalah pemberdayaan pada pelaku usaha kecil dan mikro, berarti bagus,” tendasnya. @aris

 700 total views

LEAVE A REPLY