Proyek Penataan Jalan Margonda Dinilai Mubazir dan Terancam Dihentikan

0
251

depoktren.com-Proyek penataan Jalan Margonda Depok yang menelan anggaran Rp 28 Miliar terancam dihentikan karena batas waktu selesainya pekerjaan hingga 20 Desember 2013.

Proyek yang pekerjaannya membuat saluran drainase tersebut diperkirakan kurang dari 40 persen. Padahal surat perintah kerja (SPK) pengerjaan saluran air dari lampu merah Ramandha hingga Jembatan Universitas Indonesia (UI) dengan kedalaman satu meter lebar satu meter dimulai sejak 20 Oktober lalu.

Proyek untuk mengatasi banjir di Jalan Margonda ini banyak dikeluhkan masyarakat. Proyek ini dinilai mubazir dan tidak akan dapat mengatasi masalah banjir di Jalan Margonda. Selain itu proyek ini juga pekerjaannya menimbulkan kemacetan lalulintas dan membahayakan penguna lalulintas, dengan tumpukan tanah dipungir jalan yang menyebabkan jalan menjadi licin dikala hujan dan berdebu dikala terik matahari sedang menyengat.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail menyatakan bahwa pengerjaan saluran itu akan dikebut. Jika dihentikan pun dilanjutkan pada tahun berikutnya. ”Memang pengerjaan saluran itu berbarengan pelebaran Jalan Margonda menjadi 32 meter. Memang dibagi dua tahap. Tahun ini 40 persen dan 60 persennya di tahun 2014. Bisa,” tuturnya di Balai Kota Depok, Kamis (12/12).

Dikatakan Nur Mahmudi, anggaran penataan Jalan Margonda itu mencapai Rp 28 miliar. Dana itu digunakan untuk pembangunan drainase, utility box (untuk jaringan PLN, Telkom, PDAM) selebar dua meter. Kemudian pembuatan trotoar, pembebasan lahan untuk melebarkan Jalan Raya Margonda menjadi 32 meter, hotmix jalan, dan pembuatan taman di median jalan.

Ditempat terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Depok, Abdul Ghofar menyatakan bahwa belum selesainya pengerjaan saluran air itu karena salah perencanaan dari awal. Seharusnya pengerjaan itu dilakukan pada Januari 2013, karena proyek tersebut terbilang besar. ”Saya sampai berbusa menyampaikan hal ini ke instansi terkait untuk tidak mengerjakan di pertengahan tahun. Ternyata dikerjakan juga. Ini kan bisa dirancang dengan proyek lanjutan,” jelasnya.

Dikatakan Ghofar, alternatif lain pengerjaan penataan Margonda dilakukan secara bertahap. Misalnya dari total dana Rp 28 miliar digunakan tahap pertama Rp 5 miliar. ”Ini kan langsung dianggarkan Rp 28 miliar. Sudah waktunya mepet, tenaga kerja yang digunakan standar tidak ada penambahan. Walaupun di cut off bisa dilanjutkan tahun depan. Hanya saja kontraktornya di black list,” pungkasnya. @akan

 461 total views

LEAVE A REPLY