Proyek Saluran Air Bikin Macet Jalan Raya Sawangan

0
165

depoktren.com-Proyek pembangunan galian saluran air menyebabkan kesemerawutan dan kemacetan parah hampir sepajang 7 km di sepanjang Jalan Raya Sawangan, Kecamatan Pancoran Mas, Depok.

Berdasarkan pemantauan depoktren.com, selama proyek pembangunan berlangsung kemacetan panjang terjadi setiap hari, mencapai kurang lebih 7 kilometer. Buntut kendaraan dari arah Bojongsari mengular hingga wilayah Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan. Sedangkan dari arah Depok buntut kendaraan menyentuh Sekolah Cakra Buana, Pancoran Mas.

Proyek pembangunan saluran air ini merupakan proyek Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Dibimasda) Kota Depok itu tanah dibiarkan menggunung yang memakan sebagian ruas jalan. Selain menyebabkan macet, juga sangat membahayakan penguna kendaraan, karena dimusim penguhujan ini menyebabkan jalan menjadi licin, dan berdebu disaat cuaca panas.

Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Mazhab HM meminta agar proyek tersebut dihentikan karena sudah berdampak buruk bagi masyarakat dan pengguna jalan. ”Kami minta proyek itu dihentikan sepanjang pelaksana tidak melakukan pekerjaan sesuai berita acara. Seharusnya tanah tidak dibiarkan menggunung di bahu jalan, akan tetapi harus segera diangkut,” terang Mazhab, Senin (16/12).

Tak hanya itu, ia juga menilai Dibimasda Kota Depok tidak bertindak tegas atas pelaksana yang melakukan pekerjaan di sepanjang jalan itu. “Seharusnya Bimasda bertindak tegas, ini seolah membiarkan proyek tersebut berlarut-larut. Dengan begitu, kami minta pemkot tidak melakukan pencairan ulang kepada pelaksananya,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menduga, jika kemungkinan telah terjadi perselingkuhan antara konsultan pengawas kepada kontraktor atau pelaksana. “Mungkin saja mereka selingkuh, karena pengawasan pekerjaan minim bahkan tidak ada,” ungkapnya.

Sebelumnya, Satlantas Polresta Depok telah memanggil pimpinan proyek pekerjaan saluran air di Jalan Siliwangi, Pancoran Mas, Depok. Pekerjaan drainase tersebut mengakibatkan kemacetan parah sehingga pimpinan proyek dipanggil dan diharuskan membuat surat perjanjian untuk mengangkat tumpukan tanah di badan jalan. Selain memanggil pimpro, sejumlah  pekerja proyek juga dipanggil termasuk alat-alat kerja proyek disita sementara.

Menurut anggota Unit Dikyasa Satlantas Polresta Depok, Aiptu Ponco Budiyanto, setiap proyek terutama yang dapat mengganggu kenyamanan publik harus memasang rambu-rambu. Tujuannya agar dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko yang dapat membahayakan orang. maka kontraktor harus memasang rambu lalu lintas untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan akibat aktivitas proyek.

Hal itu diatur dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, khususnya pasal 275 ayat (1) bahwa setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalin, fasilitas pejalan kaki dan alat pengaman pengguna jalan, dapat di pidana paling lama satu bulan kurungan, atau denda Rp.250.000.

Karena itu, Ponco mengimbau kepada para pimpro lain agar berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Depok terkait pekerjaan yang berdampak pada kemacetan lalu lintas. ”Koordinasi itu perlu meminimalisir  dampak yang ditimbulkan dari pekerjaan proyek,” tandas Ponco. @akan

 411 total views

LEAVE A REPLY