Ketua DPC Hanura Ditangkap, Buntut Ricuh Aksi Demo di Kantor Walikota Depok

0
263

depoktren.com-Ketua DPC Partai Hanura Depok Saymsul Marasabesi ditangkap aparat Polres Depok, saat aksi unjukrasa Masyarakat Depok Peduli Hukum (MDPH) yang berakhir ricuh di Kantor Walikota Depok, Senin (23/12).

Kericuhan terjadi seusai massa aksi menyegel gerbang utama kantor Walikota Depok. Penyegelan ini dilakukan karena Walikota Depok Nur Mahmudi dianggap sebagai Wali Kota ilegal. Aksi unjuk rasa ini semakin menegang antara massa aksi dengan petugas kepolisian dan Satpol PP yang mengamankan. Ketegangan ini pun berujung saling dorong dan adu jotos antara kedua pihak.

Kericuhan tak berlangsung lama, polisi pun langsung menangkap tiga orang yang dianggap provokator, salah satunya adalah Syamsul. Saat coba digelandang ke Mapolresta Depok, Syamsul pun sempat membela diri sambil menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah.

Wakasat Sabhara Ajun Komisaris Polisi Ahmad Yani menimpali pembelaan Syamsul. “Ini negara hukum. Kamu itu telah melakukan pelanggaran,” tegas Yani.

Ketua Harian DPD Partai Golkar Depok, Poltak Hutagaol mengatakan, penangkapan Ketua Partai Hanura Depok oleh Polresta Depok itu bentuk merupakan kriminalisasi yang dilakukan penguasa melalui kepolisian. “Itu merupakan tindakan kriminalisasi terhadap ketua Partai Politik,” kata Poltak.

Pada saat itu, Kantor Walikota Depok pun sudah disegel massa. “Cacat hukum, kami terpaksa menyegel kantor Pemkot Depok karena dipimpin oleh Walikota yang ilegal,” kata Edi Faisal, salah satu kader PKB yang ikut dalam aksi tersebut.

Sebelumnya, MDPH memberikan waktu 11 hari sejak 11 Desember 2013 lalu kepada Menteri Dalam Negeri untuk mencabut SK Nur Mahmudi sebagai Wali Kota Depok. MDPH menilai SK tersebut dipaksakan terbit ditengah kisruh Pemilukada Depok 2010 silam. Karena Mendagri tak merespon, MDPH pun kembali turun kejalan dan melakukan penyegelan Kantor Walikota Depok. @Aris

 662 total views

LEAVE A REPLY