Nur Mahmudi Ambisi Capres, Melanggar Aturan Tebar Spanduk Dukungan

0
274

depoktren.com-Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail bersambisi jadi Calon Presiden (Capres), walaupun melanggar aturan menebar spanduk dukungan ke seluruh pelosok Kota Depok, tak terkecuali spanduk juga bertebaran di sepanjang jalan utama Kota Depok yakni Jalan Margonda Raya yang sebenarnya steril untuk spanduk-spanduk yang berbau kampanye Pemilu maupun Pilpres 2014.

Tapi yang sangat disayangkan masyarakat, spanduk-spanduk tersebut tidak tertera cap restribusi pembayaran pajak reklame yang berarti spanduk-spanduk itu liar dan keberadan spanduk tersebut juga tidak jelas siapa yang memasang. ”Masa sih Walikota yang membuat aturan tapi dia sendiri yang melanggar. Pelanggarannya bukan sepele yakni pengemplangan pajak reklame, hukumannya cukup berat,” ujar Hendra, aktivis LSM Kota Depok.

Di Jalan Margonda, keberadaan spanduk tersebut terpampang di dua sisi di jembatan penyeberangan orang (JPO) Margo City dan Depok Town Square (Detos). Spanduk itu ukurannnya sekitar 4 x 1 meter persegi. Bahan dasarnya warna putih. Ada foto Nur Mahmudi sedang tersenyum di spanduk itu. Di sebelah foto ada tulisan TERIMA KASIH KEPADA PARA KADER DAN MASYARAKAT INDONESIA ATAS TERPILIHNYA BAPAK NUR MAHMUDI ISMAIL SEBAGAI SALAH SATU CALON PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.

Belum jelas betul siapa yang memasang spanduk. Dan juga tujuan pemasangan spanduk. Namun spanduk itu cukup membuat kesan kumuh. ”Spanduk Nur Mahmudi itu maksudnya apa!,” tanya Jansen, warga Pancoranmas Depok. ”Tidak ada estetikanya dan merusak keindahan dan pemandangan kota,” tegasnya.

Nur Mahmudi adalah salah satu kandidat capres urutan ke 5 dari gelaran Pemilu Raya (Pemira) PKS. Tampaknya Nur Mahmudi punya ambisi jadi capres untuk menyaingi Jokowi. ”Pemimpin tidak memerikan contoh yang baik. Pemimpin yang seperti Nur Mahmudi jangan dipilih, mimpin Depok saja amburadul, bukannya semakin bagus malah dibuatnya semakin semerawut,” tutur Jansen.

Yang membuat Jansen semakin dongkol yakni tidak adanya ketegasan penegakkan aturan dari Pemkot Depok dalam hal ini Satpol PP sebagai peneggak peraturan dan penjaga ketertiban umum untuk segera mencopot spanduk-spanduk tersebut karena tidak membayar restribusi dan keberadaannya di Jalan Margonda itu melanggar aturan.

”Biasanya dengan cepat Satpol PP mencopot spanduk-spanduk yang tidak membayar pajak dan yang melanggar aturan terutama spanduk-spanduk Parpol atau Caleg yang berada di Jalan Margonda. Tapi untuk spanduk Nur Mahmudi ini terkesan ada pembiaran. Ini sudah parah karena penguasa boleh melanggar aturan,” tutur Jansen. @vit

 540 total views

LEAVE A REPLY