Hibah dari Jokowi Diduga Dikorupsi BLH Kota Depok

0
289

depoktren.com-Dugaan kasus korupsi di Kota Depok kembali terbongkar. Saat ini, Unit Kriminal Khusus (Krimsus) Polresta Depok tengah menyidik kasus penyelewengan dana hibah dari Gubernur Jakarta Joko Widodo (Jokowi) senilai Rp 900 juta untuk pengadaan bibit dan pemeliharaan tanaman di taman kota Lembah Gurame di Jalan Merapi, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas. Bahkan, tiga pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Lingkungan Hidup (BLH) telah ditetapkan menjadi tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Agus Salim mengatakan, penyelidikan kasus dugaan korupsi penyelewengan dana bantuan dari gubernur Jakarta tersebut hampir rampung. Dari hasil penyidikan sementara, telah ditetapkan tiga tersangka. Mereka berstatus PNS Balaikota Depok yang masih aktif dan memiliki peran sentral terhadap beberapa kegiatan yang dilaksanakan.

”Tiga orang sudah kami tetapkan tersangka dan sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik Krimsus. Ketiganya sudah kami kenakan wajib lapor sampai berkas penyidikan ini P21. Untuk membuktikannya kami
sedang bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait alokasi dana yang digunakan dalam kegiatan di Taman Lembah Gurame,” jelas Agus dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (9/1).

Namun, Agus belum bersedia menyebutkannya nama tiga tersangka yang ditetapkan menjadi tersangka. Alasannya, kasus tersebut masih dalam proses lidik. Juga menghindari pelanggaran kode etik penyidik sebelum semua proses penyidikan rampung dikerjakan serta diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok. ”Yang pasti tiga PNS Kota Depok yang punya jabatan penting di BLH sudah jadi tersangka,” terangnya.

Agus memaparkan,, dana bantuan dari gubernur Jakarta yang dikerjakan oleh BLH Kota Depok alokasi pengerjaannya tidak tepat. Di mana, dari 1.000 bibit tanaman, hanya 40 tanaman keras yang ada. Sedangkan sisanya hanya bunga. Sementara, pemeliharaan tanaman seperti pemupukan dan penyiraman pun tidak dilakukan sama sekali oleh BLH.

Dari hasi laporan masyarakat dan barang bukti tamanan yang mati, kasus penyelewengan dana Bantuan gubernur Jakarta tersebut diproses dan ditindaklanjuti penyidik. ”Dana sebesar Rp 900 juta itu tidak digunakan semua, sehingga tanaman yang ditanam mati dan tidak sesuai dengan jenis kontur tanah. Jangankan perawatan tanaman yang dibeli pun sudah kering dan tidak tumbuh,” tutur Agus.

Kepala BLH Depok Zambrowi mengaku, tidak mengetahui adanya kasus korupsi pengadaan bibit tanaman dan pemeliharaan tanaman dari dana bantuan gubernur Jakarta tersebut. Karena, saat menerima dana tersebut semua kegiatan penghijauan dengan proyek penanaman pohon di Taman Lembah Gurame telah dilakukan pihaknya. Seperti, menyerahkan 1.000 bibit pohon beragam jenis untuk ditanam. ”Mana saya tahu kalau ada penyelewenangan dana, jika terbukti ya silahkan diproses,” pintanya.

Yang jelas seluruh kegiatan yang dananya di dapat dari daerah lain sudah kami laporkan ke Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail. Disinggung mengenai tanggungjawabnya terkait penggunaan angaran, Zambrowi menolak keras hal tersebut. Sebab, kegiatan itu merupakan tangungjawab bawahannya yang sudah dimanatkan untuk melaksanakan program penghijauan.

”Bukan saya yang harus bertanggungjawab terkait penyelewengan itu, mereka yang menyelewengkannya yang harus ditangkap. Saya diperiksa jika memang itu saya lakukan, toh ini untuk membuktikan siapa yang sebenarnya mengkorupsi dana bantuan Pemprov Jakarta,” pungkas Zambrowi. @fan

 544 total views

LEAVE A REPLY