Pemkot Depok Kurang Perhatian Terhadap Persantren

0
260

depoktren.com-Perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dinilai kurang perhatian dengan dunia pendidikan pesantren bahkan dukungannya masih sangat minim.

“Tak bisa di pungkiri, Pesantren sebagai sarana pendidikan alternatif masih dipandang sebelah mata, terutama dalam pemberian fasilitas dan kesejahteraan dari Pemekot Depok masih tebang pilih,” ujar Pengasuh Pesantren Daarul Rahman 2, Bojongsari, Depok, Hj. Qonita. Rabu (15/1).

Menurut Qonita, pesantren memiliki dua kurikulum yaitu: mengikuti Pemerintah dan Independen. Benteng ampuh pembentukan karakter, antara umum dan pelajaran agama pada pondasi Imtaq. Selain itu, sebagai benteng dalam pembentukan karakter. Salah satunya, turut serta dalam merdaskan bangsa.

Untuk itu, dia berharap agar perhatian Pemerintah lebih intens. “Tentunya, harus memfasilitas, kesejahteraan guru diniyah dan Pesantren harus disamakan. Mestinya tak ada pembedaan dalam perhatian,” harap Qonita.

Hal serupa juga diutarakan Pengasuh Pesantren putri Al-Karimah, Sawangan, Depok Hj. Sayyidah Rifqoh yang menilai Pemkot Depok masih memandang sebelah mata keberadaan pesantren. Padahal dalam operasional juga sering mengedepankan nilai sosial. “Sebenarnya, sama apa yang dirasakan teman-teman dari pesantren di Depok. Kita berharap agar ada perhatian yang maksimal. Kalau dari infrastuktur ya lebih banyak mandiri,” jelasnya.

Wakil Sekjen Pusat Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Masud, menilai pandangan sebelah mata perlu dipertanyakan dari sudut pandang mana. Menurutnya sudah menjadi tugas Pemkot Depok dalam memberikan bantuan kepada pesantren. Pasalnya, payung hukumnya jelas berdasarkan amanat UU maupun Perpres. Kalau di pusat, terdapat Direktorat pesantren yang menangani sofware, kurikulum, infrastruktur dll.

“Kalau perhatian secara penuh, ya tergantung kepala daerahnya. Padahal, di Jatim ada Perda Diniyah dan lainnya. dan alokasi anggarannya cukup besar,” pungkas Masud. @azra

 482 total views

LEAVE A REPLY