KPU Depok Gencarkan Sosialisasi Pemilu 2014

0
459

KPUdepoktren.com-Pemilu sudah di depan mata, tepatnya 9 April 2014. Sosialisasi mengenai pemilu terus gencar dilakukan berbagai pihak terutama pihak KPU (Komisi Pemilihan Umum).

Demikian dikatakan Nana Shobarna, Komisioner KPU Kota Depok, di kantor KPU Depok, pada Senin (27/1). ”KPU selalu mengingatkan kepada masyarakat mengenai pentingnya hak suara,” kata Nana yang menambahkan Sosialisasi merupakan bagian atau tahapan yang harus dilalui sebagai penyelenggara.

”Biar bagaimanapun sosialisasi itu akan sangat dibutuhkan, masyarakat juga perlu tau. Jujur untuk sosialisasi yang kita lakukan selain kita mengandalkan PPK yang ada dikecamatan, PPS yang ada di kelurahan itu juga kita maksimalkan untuk melakukan pemberitahuan serta pendidikan politik kepada masyarakat. Diluar itu kita juga ada namanya relawan demokrasi,” ujar ketua divisi Humas KPU Depok tersebut.

Ada lima segmen sasaran demokrasi yang penting yaitu; segmen agama, sasarannya ke tokoh-tokoh agama, ustad, dan perkumpulan orang-orang masjid yang memang mereka punya massa dibawahnya. Segmen perempuan meliputi tokoh-tokoh perempuan. Segmen pemilih pemula yang baru menggunakan hak pilihnya. Segmen disabilitas yang cenderung mengarahkan mereka untuk memberikan pendidikan politik kepada para tuna rungu, tuna daksa dan cacat mental lainnya yang secara fisik tidak seperti orang kebanyakan dan yang terakhir adalah segmen masyarakat marjinal yang mungkin selama ini tidak tersentuh oleh sosialisasi contohnya seperti mereka yang suka ngamen, komunitas anak jalanan dan lain sebagainya.

Selain itu KPU bekerja sama dengan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk memberikan pendidikan politik dan sosialisasi kepada masyarakat, RT, RW yang  telah dilakukan pada Desember 2013 silam dan akan dilanjutkan pada Februari 2014 sampai menjelang pelaksanaan pemilu April nanti.

Terkait pemahaman masyarakat mengenai teknis pemilihan, Nana mengatakan bahwa hampir sebagian besar pemilih mengerti, mengingat pemilu bukan kali pertama dilaksanakan di negara berdemokrasi ini. Hal yang paling sering dipertanyakan adalah tidak jauh mengenai teknis contreng atau coblos, kode warna, bentuk surat suara, suara sah tidah sah seperti apa dan lain sebagainya. Menurutnya, KPPS yang bertugas di TPS-TPS sudah tidak awam lagi dengan pemilihan umum dan antusiasme merekapun cukup besar.

Senada dengan hal tersebut pihak KPU mengatakan sudah siap 70% menghadapi pemilu 9 April nanti dan berharap para pemilih menjadi warga negara yang baik dengan hak suaranya. “Kita sangat berharap pemilih pemula itu lebih antusias tidak apatis terhadap penyelenggaraan Pileg (Pilihan legislatif), saya rasa pemilih pemula lebih cerdas dan rasa ingin tahu terhadap pemilu lebih tinggi, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk membuang jauh-jauh rasa apatis yang kadang-kadang seseorang dapat mempengaruhi orang lain khususnya pemula, jika terjadi hal tersebut agar tidak usah dihiraukan. Pemilih pemula harus memiliki bayangan untuk lima tahun kedepan,” pungkas Nana. @de/nita/Diskominfo

 722 total views

LEAVE A REPLY