Seminar Terkait Resiko Penyakit Tidak Menular

0
264
Acara Seminar Terkait Resiko Penyakit Tidak Menular
Acara Seminar Terkait Resiko Penyakit Tidak Menular
Acara Seminar Terkait Resiko Penyakit Tidak Menular

depoktren.com-Pengetahuan mengenai pentingnya kesehatan menjadikan sebagian orang meremehkan bahaya penyakit yang kapan saja bisa terjadi, termasuk resiko penyakit tidak menular. Seperti yang dikatakan Agus Salim dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat selaku pembicara dalam acara seminar yang bertemakan “Penyakit Tidak Menular (PTM)” di lantai 5 Balaikota Depok, Rabu (29/1).

Penyakit Tidak Menular adalah penyakit yang bukan disebabkan oleh proses infeksi. Istilah PTM dipakai untuk membedakan kelompok-kelompok penyakit lainnya yang tidak termasuk dalam penyakit menular.

Acara yang juga dihadiri oleh kepala Dinas Kesehatan Noerzamanti Lies beserta jajaran ini menghimbau kepada seluruh Dinas terkait untuk waspada dan memberikan sosialisasi penyuluhan PTM kepada masyarakat. Terlebih penyakit yang tidak diketahui gejalanya seperti apa.

”Saya mengharapkan adanya pengendalian dan kerjasama antar segenap pihak terkait penyakit tidak menular ini. Dengan adanya pengendalian ini diharapkan PTM  akan turun angkanya di kemudian hari,” ujar Agus.

PTM merupakan penyebab kematian utama bagi manusia. Laporan WHO tahun 2011 menyebutkan bahwa 63% penyebab kematian 57 juta penduduk di Dunia pada tahun 2008 disebabkan oleh PTM. PTM sendiri berbagai macam jenisnya seperti penyakit hipertensi, rematik, diabetes, anemia, osteoporosis, katarak, gagal jantung, tumor dan masih banyak lagi. Faktor yang menyebabkan timbulkan PTM diantaranya gaya hidup yang tidak sehat seperti sering memakan makanan cepat saji, faktor lainnya datang dari lingkungan, sosial ekonomi, merokok, umur, dan riwayat keluarga.

Hal-hal yang harus dilakukan untuk menghindari terjadinya PTM adalah dengan rutin mengecek kesehatan secara teratur minimal mengukur tensi darah, melenyapkan asap rokok, rajin melakukan aktifitas fisik seperti olahraga minimal 150 menit tiap minggu, diet sehat, kendalikan stress dan yang terakhir istirahat yang cukup.

Terkait hal tersebut, Dinas Kesehatan memberikan wacana akan memfasilitasi sarana prasarana serta kelengkapan logistik pada puskesmas dan posbindu, melakukan pelatihan penggunaan I pad terhadap anggota posbindu untuk mengukur kadar pada penderita obesitas. Selain itu dalam mengendalikan PTM, Dinkes akan mengkordinasikan  anggotanya untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat luas terhadap bahaya PTM. Dengan begitu PTM bukan menjadi masalah di Kota Depok.

Harapan yang ingin dicapai Dinkes ialah puskemas memberikan laporan bulanan mengenai data PTM agar lebih terpadu lagi minimal satu bulan sekali untuk melihat sejauh mana PTM menyebar di masyarakat. @dew/Nita/diskominfo

 498 total views

LEAVE A REPLY