Mempetisi Walikota Depok Dengarkan Suara Kami (1)

0
238
Agus Sutondo, Caleg Partai Hanura Sukmajaya Depok, untuk DPRD Depok
Agus Sutondo, Caleg Partai Hanura Sukmajaya Depok, untuk DPRD Depok
Agus Sutondo, Caleg Partai Hanura Sukmajaya Depok, untuk DPRD Depok

depoktren.com-Entah apa yang ada di hati nurani Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail ketika menyampaikan bahwa Balai Latihan Kerja (BLK) di Kota Depok belum dibutuhkan keberadaannya, alasan yang disampaikan oleh Nur Mahmudi bahwa BLK tidak perlu karena di Depok sudah banyak perguruan tinggi yang menyediakan latihan kerja, lebih jauh Nur Mahmudi mengatakan BLK hanya menghabiskan biaya besar, dari pada menghabiskan biaya besar lebih baik mengadakan pelatihan di perguruan tinggi terdekat.

Miris sekali mendengar penyampaian seorang kepala daerah yang begitu mudahnya mengatakan bahwa BLK belum diperlukan dan menghabiskan biaya yang sangat besar, Pernyataan ini disampaikan oleh beliau tiga tahun yang lalu.

Benarkah pernyataannya itu? Karena faktanya sampai saat ini, pernyataan orang nomor satu di Kota Depok itu ternyata tidak berbanding lurus dengan kenyataan yang ada. Sudahkah perguruan tinggi yang dimaksud itu melakukan pelatihan kerja bagi warga Kota Depok?

Justru saat ini ironisnya salah satu pejabat di Dinas Tenaga Kerja Kota Depok menyampaikan bahwa sumber daya manusia yang kualifikasinya rendah menjadi penyebab pengangguran di Kota Depok meningkat sangat tajam. Coba kita lihat perkembangan jumlah pengangguran tiga tahun yang lalu dan saat ini.

Menurut data BPS Kota Depok sebanyak 86.387 jumlah masyarakat menganggur, dan 10.609 jumlah pencari kerja pada tahun 2013, sedangkan Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Depok pada tahun 2010, peta ketenagakerjaan di Kota Depok, jumlah pengangguran sebanyak 73.874 orang, terdiri dari 35.629 laki-laki dan 38.425 perempuan.

Menjadi sebuah pertanyaan, ketika Walikota Depok tiga tahun yang lalu menyampaikan bahwa Balai Latihan Kerja atau BLK belum dibutuhkan. Saat itu jumlah pengangguran di Kota Depok sebanyak 73.874 orang, tiga tahun kemudian, apakah ada perubahan yang berarti. Kalau faktanya pengangguran di Kota Depok meningkat menjadi 86.387 orang, faktor penyebabnya yakni jumlah sumber daya manusia yang kualifikasinya rendah menjadi penyebab pengangguran di Kota Depok meningkat sangat tajam.

Lucu memang disatu sisi Walikota Depok menyampaikan bahwa Balai Latihan Kerja belum diperlukan, tapi disisi yang lain justru salah satu pejabat di Kota Depok menyampaikan bahwa penyebab meningkatnya pengangguran karena kurangnya sumber daya manusia yang kualifikasinya rendah. @Surat Terbuka dari Agus Sutondo, Caleg Partai Hanura Sukmajaya Depok, untuk DPRD Depok

 508 total views

LEAVE A REPLY