Kepala BPMP2T : Membantah Bahwa Perda IMB Menyulitkan Masyarakat

0
260
Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan dan Perijinan Terpadu (BPMP2T) Kota Depok, Sri Utomo, Membantah Bahwa Perda IMB Menyulitkan Masyarakat
Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan dan Perijinan Terpadu (BPMP2T) Kota Depok, Sri Utomo, Membantah Bahwa Perda IMB Menyulitkan Masyarakat
Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan dan Perijinan Terpadu (BPMP2T) Kota Depok, Sri Utomo, Membantah Bahwa Perda IMB Menyulitkan Masyarakat

depoktren.com-Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan dan Perijinan Terpadu (BPMP2T) Kota Depok, Sri Utomo, membantah pemberitaan sejumlah media kalau Peraturan Daerah (Perda) No. 13 tahun 2013 tentang izin mendirikan bangunan (IMB) akan menyulitkan masyarakat.

Perda tersebut dipastikan persyaratannya akan menyulitkan masyarakat, karena pengajuan IMB dengan menyertakan Akte jual beli (AJB) bakal ditolak atau tidak akan diproses. ”Yang benar, bahwa rencana penerapan Perda No. 13 tahun 2013 tentang IMB itu cukup bagus untuk menertibkan persoalan dan penyelesian masalah yang kerap menjadi kendala dalam proses pengurusan IMB,” ujar Sri saat ditemui depoktren.com diruang kerjanya di Balaikota Depok, Rabu (5/2).

Pasalnya, lanjut Sri dalam Perda tersebut salah satu syaratnya tanah harus bersertifikat. Perda ini akan berlaku bulan depan,” tegasnya.

Menurutnya, dalam pemberlakuan Perda tersebut memiliki tujuan dalam upaya  penertiban pengelolaan perumahan di Depok. Ia mencontohkan, sering kali saat pengukuran tanah oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) terjadi ketidak sesuaian dengan catatan tertulis dengan di lapangan.

“Sering ditemui, seperti tertulis luas tanah 6.500 meter. Ternyata, setelah di ukur BPN cuma 6.300 meter. Padahal, untuk perumahan wajib menyediakan lahan fasos dan fasum. Kalau seperti ini, tentunya negara juga bisa merugi,” tutur Sri Utomo.

Sri Utomo menjelaskan, bahwa dalam proses pengurusan sertifikat tanah bisa memakan waktu sampai enam bulan. Untuk itu, pihaknya meminta agar BPN bisa bekerja lebih cepat dan tidak menelan waktu yang lama. Sebab, ia mendapat informasi untuk pengajuan sertifikat tanah ada 1200 dan tidak mungkin bisa selesai dalam beberapa hari.

“Kita kan ada tahapan sosialisasi, kemungkinan untuk tahapan awal juga ada keringanan. Kita juga berkoordinasi dengan BPN untuk bisa bekerja lebih cepat,” jelasnya. @azra

 713 total views

LEAVE A REPLY