MENGKOMSUSI BERAS BERKADAR GULA TINGGI BISA MEMICU PENYAKIT GULA ( DIABETES)

0
259

Unsoed Purwokerto, Para penggemar/ penikmat nasi, harap berhati-hati, ternyata berdasarkan sampel data hasil penelitian  beras yang beredar dipasaran saat ini memiliki glikemik yang cukup tinggi, hal tersebut tentu saja perlu menjadi bahan perhatian bukan hanya untuk para penderita diabetes (penderita gula) tapi juga perlu juga menjadi perhatian setiap orang yang tidak memiliki riwayat penyakit diabetes, apa lagi pada saat dipasaran  orang lebih menyukai beras yang kalau dimasak terasa pulen yang glikemiknya cukup tinggi, walaupun terkadang orang dengan lauk yang sedarhana saja bisa menikmati makanan, yang terpenting adalah nasinya enak .padi

Dalam kesempatan ini kami menyempatkan berbincang-bincang dengan salah seorang Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto Jawa Tengah 17/01/014 yang pernah menyelesaikan study S3 di Kanada di Jurusan Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi IR. Suparayogi, MSc, PhD penelitiannya beliau menyampaikan bahwa indek Glikemik (IG) adalah berdasarkan nilai adalah seberapa banyak makanan yang diberikan melalui proses kimianya seberapa cepatnya kadar gula tersebut meningkat dalam darah seseorang setelah mengkomsumsi nasi tersebut. Nilai IG beras dikelompokkan menjadi IG rendah (kurang dari 55); sedang (55-70); tinggi ( 70 )

Menurut beliau bahwa beras yang beredar dipasaran saat ini pada katagori sedang dan tinggi  glikemiknya, hal tersebut agar  menjadi perhatian kita bersama apa lagi saat ini Indonesia masuk 10 besar di dunia penderita diabetes tahun 2013, dengan penderita 8,5 juta, penderita diabetes lebih banyak dipengaruhi salah satunya adalah mengkomsumsi beras yang glikemiknya tinggi.

Beliau menyampaikan data mengenai varitas padi IR 64 memiliki IG 70 (tinggi);  Varitas IR 42 IG 58 (sedang); varitas yang lainya seperti Mekongga memiliki IG 96 (tinggi); Bengawan mencapai IG 106 (sangat tinggi) dan Ciasem IG 130, Varitas tersebut tidak asing lagi karena permintaan pasar yang cukup tinggi dan masalah rasanya, beliau menyampaikan pula bahwa semakin tinggi kadar glikemiknya, maka kadar amilosanya makin rendah, jadi makin rendah amilosanya nasi makin pulen dan makin tinggi amilosanya maka nasi makin pera. Untuk penderita diabetes lebih aman beras pera yang biasanya dari india atau yang biasa untuk nasi kebuli.

Pada saat ini Fakultas Pertanian Unsoed sedang mengembangkan beras yang berkadar glikemik rendah dengan menyilangkan antara Cisokan dan Ciherang atau Margasari dan Ciherang yang mana glikemiknya cukup rendah dan aman untuk dikomsumsi bagi yang mederita diabetes dan yang tidak menderita diabetes dalam jangka panjang, tanpa mengurangi rasa pulennya. Depoktren_Ton_ref Komp.com

 621 total views

LEAVE A REPLY