Para Ulama dan Cendekiawan Muslim Keluarkan Maklumat Kebangsaan

0
226
KH Hasyim Muzadi
KH Hasyim Muzadi
KH Hasyim Muzadi

depoktren.com–Sebanyak 300 Ulama dan cendekiawan muslim dari seluruh Indonesia keluarkan “Maklumat Kebangsaan”  sebagai sikap atas kondisi bangsa saat ini. ”Kita telah melahirkan rekomendasi yang menjadi maklumat kebangsaan sebagai suatu hal yang penting bagi kemajuan bangsa dan Negara Indonesia tercinta ini,” ujar Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi dalam acara penutupan Sarasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendekiawan yang berlangsung selama tiga hari, di Pesantren Al-Hikam Depok, Minggu, (9/2).

Dalam pertemuan ini, sejumlah tokoh politik dan calon presiden (capres) diundang untuk memberikan materi pembekalan kebangsaan yakni Jusuf Kalla, Jimly Asshidiqie, Mahfud MD, Hatta Radjasa, Rizal Ramli, Marzuki Alie, Ahmad Heryawan, Muhamimin Iskandar, Rokhmin Dahuri, Yudi Latif, Anggota KPK, perwakilan dari Kapolri dan Panglima TNI.

Hasyim mengatakan, agar para Ulama dan cendekiawan muslim bersama-sama merenungkan selama 15 tahun masa reformasi, sisi mana yang belum tercapai dan sudah tercapai. Menjelang Pemilu 2014, banyak hal yang menjurus kepada kecurangan dan manipulasi sehingga harus diatasi. Jika tidak, maka akan terjadi konflik setelah pemilu, dan mengancam keselamatan rakyat.

Pengasuh Pesantren Al-Hikam ini juga menegaskan, dukungan para Ulama dalam upaya gerakan pemberantasan korupsi yang terus dilakukan KPK. Namun,  harus didukung oleh semua masyarakat dan lebih efektif jika gerakan anti korupsi berubah menjadi gerakan nasional.

Menurut Hasyim, Indonesia memerlukan peran ulama begitu juga sebaliknya ulama memerlukan Indonesia. ”Peran ulama penting di tengah masyarakat guna meredam kegoncangan dan keadaan yang ada di masyarakat. Kalau Ulama sudah hilang muruah-nya, maka akan terjadi kegoncangan di masyarakat,” tuturnya.

Silahkan para kiyai dan ulama, lanjut Hasyim untuk menyimpulkan sendiri apa yang harus dilakukan dari maklumat kebangsaan ini atau ijmak sukuti (diam saja). ”Kegiatan ini adalah bagian dari upaya memperteguh semangat dan persatuan Negara Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai,” tegasnya. @azra

 508 total views

LEAVE A REPLY