Pembebasan ‘Ratu Narkoba’ Corby Coreng Hukum Indonesia

0
1012
Pembebasan Corby ini dinilai mencoreng hukum Indonesia dalam hal semangat memberantas peredaran narkoba di Indonesia (foto; suara-islam.com)
Pembebasan Corby ini dinilai mencoreng hukum Indonesia dalam hal semangat memberantas peredaran narkoba di Indonesia (foto; suara-islam.com)
Pembebasan Corby ini dinilai mencoreng hukum Indonesia dalam hal semangat memberantas peredaran narkoba di Indonesia (foto; suara-islam.com)

depoktren.com-Pembebasa bersyarat yang diberikan pemerintah Indonesia kepada ‘ratu narkoba’ Schapelle Leigh Corby yang merupakan warga negara Australia mengundang kontroversi. Pembebasan Corby ini dinilai mencoreng hukum Indonesia dalam hal semangat memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

”Saya tidak setuju sama sekali dengan rencana pemerintah itu, harusnya Corby tidak  mendapatkan pembebasan bersyarat. Harusnya penjahat narkoba, tidak mendapatkan remisi,” ujar Virgie Baker, mantan Presenter Metro TV, Senin (10/2).

Virgie mengatakan, dengan pemberian pembebasan bersyarat ini sama saja mencoreng hukum di Indonesia, padahal pemerintah punya target di tahun 2015 Indonesia akan bebas narkoba. ”Pemerintah terlihat menjadi tidak serius dalam menangani kejahatan narkoba,” tegasnya.

Wawan Iriawan, Praktisi Hukum juga menyayangkan pemberian pembebasan bersyarat kepada perempuan yang pada tahun 2005 tertangkap tangan membawa 4,1 kilogram mariyuana di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali itu

”Apapun alasannya, peristiwa ini sangat melukai para pegiat antinarkoba. Ini salah satu bukti nyata jika ada sindikat narkoba di Indonesia. Hukum Indonesia seperti dilecehkan,” jelas Wawan.

Berdasarkan data BNN, Indonesia berada di posisi keempat negara dengan jumlah pemakai narkoba terbesar di dunia. Jumlah pencandu narkoba Indonesia di tahun 2013 mencapai 4,9 juta jiwa. @akan

 1,649 total views

LEAVE A REPLY