BPN Depok Operasionalkan Kembali Layanan Jemput Bola “Larasita”

0
221
Kepala Kantor BPN Depok, Dadang M Fuad sedang menerima langsung keluhan dan laporan masyarakat soal masalah pertanahan
Kepala Kantor BPN Depok, Dadang M Fuad sedang menerima langsung keluhan dan laporan masyarakat soal masalah pertanahan
Kepala Kantor BPN Depok, Dadang M Fuad sedang menerima langsung keluhan dan laporan masyarakat soal masalah pertanahan

depoktren.com-Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok sedang ‘berbenah dan bersih-bersih diri’, ya salah satu pembenahan yakni soal pelayanan dan bersih-bersih yakni antisuap dan korupsi.
Nah, demi untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat dengan pelayanan cepat dan murah sesuai restribusi, BPN Kota Depok telah mengaktifkan kembali layanan pertanahan jemput bola melalui program Layanan Rakyat untuk Sertifikat Tanah (Larasita).

Kepala Kantor BPN Depok, Dadang M Fuad mengatakan dengan kendaraan mobil keliling, jajaran BPN Kota Depok melaksanakan progran Larasita dengan mendatangi langsung tempat tinggal masyarakat, baik di desa-desa maupun tempat-tempat yang jauh dari kantor BPN, untuk melakukan layanan pembuatan sertifikat dan masalah-masalah pertanahan lainnya atau hanya sekedar konsultasi.

”Program Larasita merupakan program pro-rakyat akan terus ditingkatkan baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. Kami akan terus memberikan pelayanan prima, ramah dan cepat. Hanya butuh lima hari pengurusan sertifikat dijamin selesai,” ujar Dadang, saat ditemui dikantornya, di Depok, Jawa Barat (Jabar), Rabu (12/2).

Menurut Dadang, program Larasita di BPN Depok sudah mulai aktif lagi sejak Januari 2014 dan pihaknya juga telah membuat jadwal kunjungan dan sosialisasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan masyarakat tentang adanya kunjungan pelayanan pertanahan melalui Larasita.

”BPN Depok akan terus melakukan perbaikan, mulai dari program layanan one day service, weekend service, dan layanan tujuh menit. Program layanan one day service, seperti pemindahan hak atas tanah dan pengecekan sertifikat bisa dilakukan secara cepat dan selesai dalam sehari,” ungkap Dadang.

Dadang membantah tudingan lamanya pengurusan sertifikat tanah sampai 6 bulan di BPN Depok. ”Sesuai peraturan agraria, ada jangka waktunya. SOP kita juga sudah menentukan berapa lamanya, rata-rata 90 hari dengan catatan semua bukti sudah beres dan lengkap,” jelas Dadang.

Dijelaskan Dadang, kalau bukti tak cukup tentu sertifikat tak bisa dikeluarkan. Apalagi kemudian ada pihak lain yang mengklaim. ”Kalau kita keluarkan nanti kami disalahkan. Jadi menurut peraturan tak bisa kami keluarkan,” terang dia.

Namun, pintanya, kalau semua syarat sudah beres tak ada sengketa, lalu ternyata layanan BPN Depok lambat, masyarakat dipersilakan melapor. ”Saya menjamin laporan akan ditangani jika akurat. Kita follow up itu. Laporan bisa langsung ke saya untuk menyelesaikan,”  tegas Dadang.

Harsyim, warga Tapos, mengaku sangat terbantukan dengan adanya program Larasita. Pria renta berusia 70 tahun ini tak perlu pergi jauh ke Kantor BPN yang ada di Komplek Perkantoran Grand Depok City (GDC) untuk mengurus sertifikat tanahnya, karena sudah ada mobil Larasita yang datang di kelurahannya.

Nita, warga Cilodong mengaku merasa senang dan puas atas layanan BPN Depok tak kala dirinya ingin menanyakan permasalahan status tanahnya. ”Saya diterima dengan baik, mendapat penjelasan dan penyelesaiannya langsung dari Kepala Kantor BPN Depok,” tuturnya. @dewi

 1,154 total views

LEAVE A REPLY