Polisi Bongkar Sindikat ‘Pretelan’ Motor-Motor Curian

0
1134

motor pretelandepoktren.com-Aparat kepolisian dari Polsek Limo, Depok membongkar sindikat pretelan (potongan) dari motor-motor hasil curian di daerah Sasak Panjang, Tajur Halang, Bojonggede, Bogor, Jawa Barat (Jabar), Selasa (11/2).

Kapolsek Limo, Depok, Kompol Sujanto mengatakann, dalam penggerbekkan tersebut, polisi berhasil penangkap komplotan pelaku pencurian bermotor (curanmor) spesialis pretelan kendaraan roda dua. Dari para pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti pretelan dari motor-motor hasil curian sebanyak satu truk. Barang bukti terdiri dari bagian rangka mesin, ban, pelek, onderdil dan asesoris motor.

”Jumlah barang bukti sangat banyak karena diduga selama ini para pelaku setiap kali melakukan hasil curian langsung membelah-belah (mempreteli) motor yang jumlahnya diyakini sudah mencapai lebih dari 50 motor hasil curian,” tutur Sujanto

Menurut Sujanto, para pelaku yang berhasil diamankan berjumlah lima orang. Mereka masing-masing berinisial D, M, MA, U, dan RZ pada Selasa (11/2) dinihari tadi. Ada dua nama lagi yang masih kami buru yakni JN dan MJ yang diduga sebagai penadah.

Kasus ini bermula dari adanya laporan pencurian motor dari Yakobus Fandi Rada, warga Meruyung Limo yang kehilangan motor Yamaha Byson bernopol B-6709-7CI di Jalan Tiga Putra No 49 Meruyung, Limo, Depok.

Dari hasil penyelidikan dipastikan bahwa barang hasil curian tersebut ada di salah satu rumah pelaku, D. Setelah dilakukan penggeledahan oleh polisi ternyata benar di tempat tersebut ditemukan mesin, plat nomor, ban dan kerangka dalam kondisi pretelan di rumah D di Kampung Baru RT 004/05 Desa Citayam, Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jabar.

Polisi mengajak korban Yakobus, untuk membenarkan apakah ada barang bukti yang merupakan milik korban. Salah satu barang bukti diakui Yakobus merupakan miliknya. Lalu, hasil petunjuk D, polisi menuju ke lapak milik M, di Ragajaya, Bojonggede, Bogor, Jabar. Lalu M menunjukan gudang lainnya yang berada di RT 003/03 Desa Citayam, Tajur Halang, Bogor.

Sujanto menjelaskan, dalam aksinya para pelaku hanya butuh waktu tak kurang dari dua jam untuk mempreteli motor curiannya. Barang yang sudah di preteli itu, kemudian dijual secara terpisah dengan harga murah, jauh dari harga pasaran.

Para pelaku ini merupakan penadah motor hasil curian yang memang membuka lapak menjual barang-barang pretelan motor. Mereka membagi kelompok, ada yang bertugas mencuri, ada yang mempreteli dan ada yang menjual. Para pelaku mempreteli motor biasanya dilakukan pada malam hari. Jadi ada rumah khusus yang sengaja dibuat untuk mempreteli motor hasil curian. Motor-motor curian ini dari berbagai wilayah di Jabodetabek. @tono

 3,345 total views

LEAVE A REPLY