Awali Pileg dan Pilpres Dengan Nilai Luhur Pancasila dan UUD 45

0
190

Jimly pecidepoktren.com-Krisis kepemimpinan nasional terkait transisi era reformasi selayaknya diakhiri dengan konsolidasi nasional. Alasannya, periode 15 tahun sudah cukup dalam uji coba menemukan sosok pemimpin dengan segala dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikian dikatakan Guru Besar Ilmu Tata Negara Universitas Indonesia (UI), Jimly Asshidiqie.

Pemilu 2014 merupakan awal konsolidasi diawali pemilihan legislatif (Pilleg) dan pemilihan presiden (pilpres) yang cerdas. ”Tahun ini pula sebagai awal evaluasi kembali sistem bernegara sesuai UUD 1945 berdasarkan ideologi Pancasila,” ujar Jimly, usai berdiskusi dengan mantan Ketua NU, KH Hasyim Muzadi di Ponpes Al-Hikam, Beji, Depok, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (22/2).

”Ayo kita awali pemilihan presiden dengan lima kriteria,” ajak Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini.

Kelima kriteria bagi calon presiden itu, kata Jimly, adalah seseorang yang tahu masalah kebangsaan, memahami sistem bernegara, mampu membuat sistem bernegara itu berjalan efektif, mampu menegakkan serta melaksanakan bekerjanya sistem perundang-undangan dan mampu dijadikan pemimpin teladan.

Kelima kriteria inilah, terang Jimly yang kelak bisa mengembalikan nilai-nilai luhur Pancasila berdasarkan UUD 1945, yang kini berubah sampai 300 persen. Dari hanya 71 ayat menjadi 199 ayat dimana cuma 25 ayat yang tidak diubah. Alhasil, banyak menimbulkan kekosongan kekuasaan (abuse of power) seperti negara tidak hadir dalam beberapa peristiwa nasional. Juga, tercatat ada 50 komisi seperti KPAI, KPK & KIP.

”Dimana aturan lama tidak berlaku sementara aturan baru tidak dilaksanakan, jadi seperti negara tanpa aturan atau anomali,” sindirnya. @tono

 561 total views

LEAVE A REPLY